Artikel & Berita

Keluarga Harmonis, Pondasi Generasi Sehat dan Berkualitas
Setiap tanggal 29 Juni, Indonesia memperingati Hari Keluarga Nasional. Momen ini bukan sekadar seremonial tahunan di kalender, melainkan sebuah pengingat besar: bahwa di dalam ruang-ruang kecil bernama rumahlah, fondasi kesehatan dan kesejahteraan sebuah bangsa sedang dibentuk.Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat, namun memiliki dampak terbesar. Keluarga sendiri memiliki 8 fungsi utama, di antaranya fungsi keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi/pendidikan, ekonomi, dan pembinaan lingkungan. Ketika fungsi-fungsi ini berjalan optimal, maka derajat kesehatan keluarga akan meningkat secara signifikan.1. Rumah sebagai Pondasi Pertama Kesehatan FisikDi tengah gempuran makanan instan dan gaya hidup minim gerak (sedentary lifestyle), peran keluarga dalam menjaga kesehatan fisik menjadi sangat krusial. Kesehatan tidak dimulai dari ruang praktik dokter, melainkan dari meja makan rumah kita.Penataan gizi seimbang harus dipraktikkan langsung di tingkat rumah tangga melalui panduan porsi makan yang ideal. Menanamkan kebiasaan sehat dapat dimulai dari langkah-langkah kecil:Gizi Seimbang: Menyajikan makanan yang kaya serat dari sayur dan buah, serta membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) demi mencegah risiko Penyakit Tidak Menular seperti diabetes dan hipertensi di masa depan (Kementerian Kesehatan RI).Makan Bergizi Isi PiringkuAktivitas Fisik Bersama: Meluangkan waktu di akhir pekan untuk jalan sehat atau membersihkan rumah bersama bisa menjadi solusi yang menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga. Untuk menjaga kebugaran, orang dewasa direkomendasikan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150 menit per minggu.2. Kesehatan Mental: Menjadikan Rumah sebagai Safe SpaceSehat tidak hanya bicara tentang fisik yang bebas dari penyakit, tetapi juga mental yang sejahtera. Di era digital saat ini, tantangan kesehatan mental semakin nyata. Tingginya paparan media sosial sering kali memicu kecemasan dan stres, baik pada remaja maupun orang dewasa.Dalam menghadapi tantangan ini, dukungan sosial terkuat dan paling utama mutlak berasal dari hubungan internal keluarga yang erat serta suportif. Keluarga harus mampu menjadi tempat pulang yang aman (safe space) melalui:Komunikasi Efektif : Menyediakan waktu khusus tanpa distraksi gawai (misalnya saat makan malam) untuk saling bertukar cerita.Validasi Emosi: Mendengarkan keluh kesah anggota keluarga tanpa langsung menghakimi, sehingga anak atau pasangan merasa dihargai dan didukung penuh.3. Investasi Jangka Panjang untuk Generasi Bebas StuntingSalah satu fokus utama peringatan Hari Keluarga Nasional di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir adalah percepatan penurunan angka stunting. Pengasuhan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dilakukan secara optimal oleh keluarga adalah kunci utama melahirkan generasi emas yang cerdas dan sehat.Setiap kebiasaan baik yang dipupuk di dalam keluarga hari ini—mulai dari menjaga sanitasi, pemenuhan nutrisi, hingga stimulasi psikologis—adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa."Keluarga adalah tempat di mana kehidupan dimulai dan cinta tidak pernah berakhir."Selamat Hari Keluarga Nasional! Mari mulai dari rumah, dari diri sendiri, dan dari langkah paling kecil hari ini demi mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat, bahagia, dan tangguh.Daftar Pustaka:BKKBN: Panduan Implementasi 8 Fungsi Keluarga, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.Kementerian Kesehatan RI: Pedoman Gizi Seimbang: Isi Piringku, Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.WHO: Global Guidelines on Physical Activity for Health, World Health Organization.Disusun oleh: Promosi Kesehatan Rumah Sakit

Indikator Nasional Mutu Pencegahan Risiko Pasien Jatuh
Sobat Elsa, yuk kita lihat bagaimana upaya RS Santa Elisabeth dalam menjaga keselamatan pasien!indikator Nasional Mutu Pencegahan Risiko Pasien Jatuh🚶 Pencegahan Risiko Pasien JatuhKeselamatan pasien merupakan prioritas utama pelayanan di RS Santa Elisabeth. Salah satu upaya penting yang dilakukan adalah mencegah risiko pasien mengalami jatuh selama menjalani perawatan. Indikator kepatuhan upaya pencegahan pasien jatuh memiliki target 100% secara nasional.Kabar baiknya, pada Triwulan I Tahun 2026 capaian mencapai 100%, sesuai dengan standar yang ditetapkan. Hasil ini juga konsisten dengan pencapaian sepanjang tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan risiko jatuh telah dilakukan secara optimal dan berkesinambungan.Langkah yang terus dilakukan untuk menjaga keselamatan pasien:· Melakukan pengkajian risiko jatuh pada seluruh pasien rawat inap sejak awal masuk perawatan. · Melakukan asesmen ulang secara berkala sesuai kondisi pasien.· Menjalankan tindakan pencegahan sesuai standar operasional prosedur (SOP).· Melakukan sosialisasi dan penguatan edukasi kepada petugas melalui briefing dan staff meeting secara rutinDengan komitmen bersama, RS Santa Elisabeth terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan pasien.💙“Keselamatan pasien adalah prioritas, kualitas pelayanan adalah komitmen kami.”Disusun oleh Komite Mutu dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit

Indikator Nasional Mutu Kepatuhan Kebersihan Tangan
Sobat Elsa, yuk kita lihat bagaimana upaya RS Santa Elisabeth dalam menjaga kepatuhan kebersihan tanganIndikator Nasional Mutu Kepatuhan Kebersihan TanganKepatuhan Kebersihan TanganKebersihan tangan merupakan langkah sederhana namun sangat penting untuk mencegah penyebaran infeksi di lingkungan rumah sakit. Karena itu, RS Santa Elisabeth terus mendorong tenaga kesehatan untuk selalu menerapkan kebersihan tangan sesuai standar. Target kepatuhan kebersihan tangan ditetapkan adalah ≥ 85% secara nasional.Pada Triwulan I Tahun 2026, capaian yang diperoleh sangat baik: Januari : 96,48% Februari : 95,22%, Maret : 96,44%. Hasil ini menunjukkan bahwa kepatuhan kebersihan tangan tenaga kesehatan telah melampaui standar yang ditetapkan. Capaian ini juga sejalan dengan hasil sepanjang tahun 2025 yang telah mempertahankan standar dengan baik. Upaya yang terus dilakukan RS Santa Elisabeth antara lain : Meningkatkan kepatuhan tenaga kesehatan melalui edukasi dan penguatan budaya keselamatan pasienSosialisasi rutin melalui briefing, poster edukasi, dan pelatihanBekerja sama dengan Komite PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi) untuk pelatihan serta audit kepatuhan kebersihan tangan secara berkalaMelalui langkah ini, rumah sakit berkomitmen menciptakan pelayanan yang lebih aman, bersih, dan berkualitas bagi seluruh pasien.Disusun oleh Komite Mutu dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit

Kenali Tanda Bahaya Kehamilan dan Manfaat Prenatal Yoga bagi Ibu Hamil
Kehamilan merupakan proses alami yang membawa banyak perubahan pada tubuh ibu. Sebagian besar keluhan yang muncul selama kehamilan merupakan hal yang normal, namun ada beberapa kondisi yang menjadi tanda bahaya dan memerlukan penanganan medis segera. Selain itu, ibu hamil juga perlu menjaga kesehatan fisik dan mental agar kehamilan berjalan dengan baik, salah satunya melalui prenatal yoga. Tanda Bahaya Kehamilan yang Perlu DiwaspadaiIbu hamil perlu segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami beberapa kondisi berikut:Mual dan muntah berlebihan, hingga tidak dapat makan dan minum, yang dapat menyebabkan dehidrasi dan kekurangan gizi. Demam tinggi (≥38°C) yang dapat menjadi tanda adanya infeksi dan berisiko bagi ibu maupun janin. Pergerakan janin berkurang, yaitu kurang dari 10 kali dalam dua jam, yang dapat menandakan janin mengalami gangguan. Pembengkakan pada wajah, tangan, dan kaki, terutama jika disertai pandangan kabur dan nyeri ulu hati, karena dapat menjadi tanda preeklampsia. Perdarahan saat kehamilan, baik sedikit maupun banyak, yang dapat menandakan keguguran atau komplikasi kehamilan lainnya. Air ketuban pecah sebelum waktunya, yang dapat meningkatkan risiko infeksi dan persalinan prematur. Keluhan yang Umum Dialami Ibu HamilSelain tanda bahaya, beberapa keluhan yang sering dialami ibu hamil antara lain nyeri punggung bawah, nyeri panggul, kram kaki, sulit tidur, sesak napas ringan, sembelit, serta stres dan kecemasan. Keluhan tersebut umumnya terjadi akibat perubahan hormon dan perubahan postur tubuh selama kehamilan. Prenatal Yoga untuk Kehamilan yang SehatPrenatal yoga merupakan latihan yang dirancang khusus untuk ibu hamil dengan menggabungkan gerakan tubuh, teknik pernapasan, relaksasi, dan meditasi. Latihan ini bertujuan untuk menjaga kebugaran selama kehamilan, mengurangi ketidaknyamanan fisik, membantu persiapan persalinan, serta mendukung kesehatan mental ibu hamil. Manfaat Prenatal YogaBeberapa manfaat prenatal yoga bagi ibu hamil antara lain: Mengurangi nyeri punggung bawah dan nyeri panggul. Mengurangi kram kaki dan memperbaiki kualitas tidur. Meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan tubuh. Mengurangi stres dan kecemasan. Meningkatkan relaksasi dan rasa percaya diri dalam menghadapi persalinan. Dengan mengenali tanda bahaya kehamilan dan rutin melakukan aktivitas sehat seperti prenatal yoga, ibu hamil dapat menjaga kesehatan diri dan janin sehingga proses kehamilan hingga persalinan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.Disusun oleh Promosi Kesehatan Rumah Sakit
Gunungan Persembahan, Wujud Syukur dan Pelayanan: RS Santa Elisabeth Ganjuran Meriahkan Parahagyan HKTY 2026
Suasana penuh sukacita dan kebersamaan mewarnai Perayaan Parahagyan Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran pada Minggu, 21 Juni 2026. Dalam perayaan iman yang menjadi tradisi tahunan ini, RS Santa Elisabeth Ganjuran turut ambil bagian dengan mempersembahkan sebuah gunungan sebagai simbol rasa syukur, persatuan, dan semangat berbagi kepada sesama. image.png 497.16 KBSelain mempersembahkan gunungan, RS Santa Elisabeth Ganjuran juga memberikan dukungan pelayanan kesehatan melalui tim Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) yang siaga selama rangkaian kegiatan berlangsung. Keterlibatan RS Santa Elisabeth Ganjuran merupakan wujud nyata semangat pelayanan dan kepedulian kepada sesama. Tim P3K hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi para peziarah dan umat yang mengikuti rangkaian kegiatan, sehingga perayaan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. Partisipasi ini menjadi wujud nyata komitmen RS Santa Elisabeth Ganjuran untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga melalui keterlibatan dalam kegiatan iman, budaya, dan sosial kemasyarakatan. Semoga semangat kasih Hati Kudus Tuhan Yesus senantiasa menginspirasi kita untuk terus berbagi, melayani, dan menjadi berkat bagi sesama.https://www.instagram.com/reel/DZ4IGG7PTW9/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==Disusun oleh Promosi Kesehatan Rumah Sakit
Prenatal Yoga sebagai Upaya Mendukung Penurunan AKI dan AKB di Kapanewon Pundong
Sebagai upaya meningkatkan kesehatan ibu dan bayi serta mendukung penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), Puskesmas Pundong bekerja sama dengan Rumah Sakit Santa Elisabeth Ganjuran menyelenggarakan kegiatan Senam Ibu Hamil (Prenatal Yoga) pada Sabtu, 13 Juni 2026, di Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD).Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 45 ibu hamil ini dipandu oleh dua instruktur dari RS Santa Elisabeth Ganjuran. Melalui gerakan peregangan, latihan pernapasan, dan relaksasi, para peserta diajak untuk mempersiapkan diri menghadapi persalinan dengan lebih sehat, nyaman, dan percaya diri.Kegiatan prenatal yoga ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental ibu hamil, membantu mengurangi ketidaknyamanan selama kehamilan, serta mempersiapkan ibu menghadapi proses persalinan dengan lebih optimal. Diharapkan melalui kegiatan ini, para ibu dapat menjalani kehamilan yang sehat dan siap menghadapi persalinan, sehingga turut mendukung upaya penurunan AKI dan AKB di wilayah Kapanewon Pundong.Semangat dan antusiasme para peserta menjadi bukti bahwa upaya promotif dan preventif melalui kegiatan prenatal yoga memiliki peran penting dalam meningkatkan kesehatan ibu dan bayi serta mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.Disusun oleh Promosi Kesehatan Rumah Sakit
Menjaga Kesehatan Lansia: Tetap Sehat dan Bahagia di Usia Emas
Memasuki usia lanjut merupakan proses alami yang dialami setiap orang. Seiring bertambahnya usia, tubuh akan mengalami berbagai perubahan. Namun, dengan menerapkan pola hidup sehat dan rutin memeriksakan kesehatan, lansia tetap dapat hidup sehat, aktif, dan mandiri.Perubahan yang Terjadi pada LansiaBeberapa perubahan yang umum terjadi meliputi:Berkurangnya massa otot dan kekuatan tulang.Daya tahan tubuh mulai menurun.Penglihatan dan pendengaran berkurang.Daya ingat dan kemampuan berpikir melambat.Metabolisme tubuh menjadi lebih lambat.Terapkan Pola Hidup SehatUntuk menjaga kesehatan di usia lanjut, biasakan:Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan memperbanyak sayur, buah, protein, serta makanan yang kaya kalsium dan vitamin D.Membatasi konsumsi gula, garam, lemak jenuh, dan makanan olahan.Minum air putih yang cukup setiap hari.Berolahraga secara rutin, seperti jalan kaki, senam lansia, bersepeda santai, berenang, atau yoga.Jaga Kesehatan MentalMenjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:Melakukan hobi, seperti membaca, berkebun, atau mendengarkan musik.Menjalin hubungan yang baik dengan keluarga dan teman.Berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila mengalami kesedihan berkepanjangan, kehilangan semangat, atau gangguan tidur.Waspadai Penyakit yang Sering TerjadiLansia memiliki risiko lebih tinggi mengalami berbagai penyakit, antara lain:Hipertensi.Diabetes Melitus.Penyakit jantung.Stroke.Demensia atau Alzheimer.Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) atau asma.Pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat penting agar penyakit dapat dideteksi sejak dini dan ditangani dengan tepat.Pentingnya VaksinasiVaksinasi membantu melindungi lansia dari penyakit infeksi yang dapat menimbulkan komplikasi. Vaksin yang dianjurkan meliputi:Influenza.Pneumokokus.Herpes Zoster.Tetanus-Difteri.COVID-19 sesuai anjuran tenaga kesehatan.Segera Periksa ke Dokter Jika MengalamiJangan menunda mencari pertolongan medis apabila mengalami:Nyeri dada mendadak.Sesak napas berat.Wajah mencong atau bicara pelo.Pingsan atau penurunan kesadaran.Perdarahan yang tidak berhenti.Pesan untuk LansiaAgar tetap sehat dan mandiri di usia lanjut, biasakan:Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.Tetap aktif bergerak setiap hari.Menjaga kesehatan mental dan hubungan sosial.Tidur yang cukup dan berkualitas.Rutin memeriksakan kesehatan.Minum obat sesuai anjuran dokter.Usia boleh bertambah, tetapi semangat untuk hidup sehat tidak boleh berkurang. Dengan menjaga pola hidup sehat dan rutin memeriksakan kesehatan, lansia dapat menikmati masa tua yang sehat, aktif, dan berkualitas.Disusun oleh: dr. Tandean Jeffrey FerdinandPenerbit : Promosi Kesehatan Rumah Sakit

Bantuan Hidup Dasar (BHD): Pertolongan Cepat yang Dapat Menyelamatkan Nyawa
Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan tindakan pertolongan pertama yang diberikan kepada seseorang yang mengalami henti napas atau henti jantung. Penanganan yang cepat dan tepat sangat penting karena setiap menit keterlambatan dapat menurunkan peluang korban untuk bertahan hidup.Mengapa BHD Penting? Menjaga aliran darah dan pasokan oksigen ke otak serta organ vital. Mencegah kerusakan organ akibat kekurangan oksigen. Meningkatkan peluang korban untuk bertahan hidup sampai bantuan medis tiba. Kondisi yang Membutuhkan BHDHenti napas, yaitu kondisi ketika seseorang berhenti bernapas secara spontan. Henti jantung, yaitu kondisi ketika jantung berhenti memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh. Penyebab yang Dapat Memicu Henti Napas dan Henti Jantung Sumbatan pada jalan napas, seperti benda asing atau muntahan. Gangguan pernapasan dan kekurangan oksigen. Gangguan pada otot dan saraf yang berperan dalam proses pernapasan. Langkah-Langkah Dasar Melakukan BHD (DRCAB)Danger (Bahaya): Pastikan penolong, korban, dan lingkungan dalam keadaan aman. Response (Respons): Periksa apakah korban sadar atau memberikan respons. Circulation (Sirkulasi): Periksa nadi dan lakukan kompresi dada jika diperlukan. Airway (Jalan Napas): Buka dan pastikan jalan napas tidak tersumbat. Breathing (Pernapasan): Berikan bantuan napas sesuai prosedur. Teknik Kompresi Dada yang Benar Tekan dada sedalam 5–6 cm. Kecepatan kompresi 100–120 kali per menit. Lakukan dengan rasio 30 kompresi dan 2 bantuan napas (30:2). Langkah-Langkah Bantuan Hidup Dasar (BHD) Mengamankan lingkungan sebelum melakukan pertolongan. Memastikan tingkat kesadaran pasien (Alert, Verbal, Pain, Unresponsive/AVPU). Memanggil bantuan apabila pasien tidak berespons dan mengaktifkan Code Blue dengan menyebutkan lokasi kejadian. Memeriksa nadi karotis dan pernapasan secara bersamaan. Mengambil posisi untuk kompresi sejajar dengan bahu sebelah kiri pasien. Meletakkan satu telapak tangan di pertengahan sternum dan telapak tangan lainnya di atas tangan pertama. Melakukan kompresi jantung dengan kecepatan 100–120 kali per menit, kedalaman 5–6 cm, dengan posisi siku lurus dan menggunakan beban badan. Membuka jalan napas dengan teknik head tilt-chin lift atau jaw thrust pada trauma servikal. Menghentikan kompresi apabila pasien bernapas spontan, tidak ada respons setelah 20 menit, atau bantuan tim kesehatan telah datang. Melaporkan seluruh tindakan yang telah dilakukan kepada tim medis. Kapan BHD Dihentikan? Korban sudah bernapas kembali secara spontan. Bantuan tenaga kesehatan telah tiba dan mengambil alih. Penolong sudah tidak mampu melanjutkan pertolongan. Bantuan Hidup Dasar bukan hanya keterampilan tenaga kesehatan, tetapi juga pengetahuan yang penting dimiliki setiap orang. Dengan memahami langkah-langkah BHD, kita dapat menjadi penolong pertama yang berperan dalam menyelamatkan nyawa seseorang pada situasi daruratDisusun oleh Promosi Kesehatan Rumah Sakit

Penatalaksanaan Trauma Dental pada Geriatri dalam Praktik Sehari-hari: Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup
Avulsi adalah kondisi ketika gigi terlepas seluruhnya dari soket akibat trauma. Pada kondisi ini, waktu menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan perawatan.0–5 menit: Temukan gigi dan pegang pada bagian mahkota, bukan akar. Hindari menyentuh jaringan akar karena dapat merusak ligamen periodontal. 5–15 menit: Bilas gigi menggunakan larutan saline, susu, atau air liur, kemudian lakukan replantasi segera bila memungkinkan. 15–30 menit: Simpan gigi dalam media yang tepat, seperti susu segar, saline, atau Hank's Balanced Salt Solution (HBSS). Hindari menyimpan gigi di dalam air karena dapat merusak sel-sel pada akar gigi. 30–60 menit: Segera bawa pasien ke dokter gigi. Replantasi masih dapat dilakukan, meskipun prognosisnya sudah mulai menurun. Lebih dari 60 menit: Risiko kematian jaringan pendukung gigi semakin tinggi sehingga pilihan terapi lain mungkin perlu dipertimbangkan. Langkah 1: Anamnesis TerarahSebelum melakukan penanganan, tenaga kesehatan perlu melakukan pengkajian singkat, meliputi: Waktu dan mekanisme terjadinya trauma. Riwayat penyakit yang dimiliki pasien, seperti diabetes, osteoporosis, atau demensia. Riwayat penggunaan obat-obatan, terutama antikoagulan dan antiplatelet. Keluhan utama yang dirasakan, seperti nyeri, perdarahan, atau perubahan posisi gigi. Riwayat penggunaan gigi asli, gigi tiruan, atau implan. Kemampuan pasien untuk bekerja sama dan adanya pendamping atau caregiver. Langkah 2: Pemeriksaan Klinis SederhanaPemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi:Pemeriksaan ekstraoral Adanya luka pada wajah dan rongga mulut. Kecurigaan fraktur rahang. Asimetri wajah dan gangguan sendi rahang. Pemeriksaan gigi Derajat kegoyangan gigi. Nyeri saat perkusi. Perubahan warna mahkota gigi. Pemeriksaan vitalitas pulpa sederhana. Pemeriksaan jaringan pendukung Kondisi gingiva dan mukosa. Kedalaman probing. Perdarahan aktif. Kondisi tulang alveolar. Pemeriksaan radiografi (bila tersedia) Foto periapikal. Foto panoramik. CBCT apabila diperlukan. Langkah 3: Pengambilan Keputusan CepatSetelah dilakukan pemeriksaan, penanganan dapat berupa:Reposisi Dilakukan pada kasus luksasi ekstrusi atau lateral. Sebaiknya dilakukan dalam 1–2 jam pertama setelah trauma. Stabilisasi Menggunakan splint fleksibel. Dilakukan sesuai kondisi dan jenis trauma. Rujukan segera Fraktur yang melibatkan pulpa. Avulsi yang memerlukan replantasi. Kecurigaan fraktur rahang atau trauma kepala. Kondisi medis pasien yang tidak stabil. Dampak terhadap Kualitas Hidup LansiaPenanganan trauma gigi yang cepat dan tepat memberikan berbagai manfaat, antara lain: Mempertahankan kemampuan mengunyah sehingga asupan nutrisi tetap terjaga. Menjaga kemampuan berbicara dan komunikasi. Mengurangi dampak psikologis akibat kehilangan gigi, seperti rasa malu dan penurunan kepercayaan diri. Mencegah komplikasi berupa infeksi dan nyeri kronis yang dapat memperburuk penyakit penyerta. KesimpulanPenanganan trauma dental pada lansia harus dilakukan secara cepat dan tepat, terutama pada kasus avulsi gigi. Prinsip golden hour, anamnesis yang terarah, pemeriksaan sederhana, serta pengambilan keputusan yang cepat dapat meningkatkan keberhasilan perawatan dan membantu mempertahankan kualitas hidup lansia. Menyelamatkan gigi pada lansia bukan hanya mempertahankan fungsi rongga mulut, tetapi juga menjaga kesehatan dan kesejahteraan mereka secara keseluruhan.
