Artikel & Berita
Edukasi Kenakalan Remaja, HIV/AIDS, dan PHBS "Bekali Siswa SMA Stella Duce Bambanglipuro"
Bantul, 13 Juli 2026 – Dalam rangka mendukung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), RS Santa Elisabeth Ganjuran melalui Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan bagi siswa baru SMA Stella Duce Bambanglipuro pada Senin, 13 Juli 2026.Kegiatan edukasi ini mengusung tema "Kenakalan Remaja, HIV/AIDS, dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)" dengan menghadirkan dua narasumber, yaitu Mika Normaria Putri Simarmata, S.K.M dan dr. Andyta Kartikawati.Profil 1Pada sesi pembuka, Mika Normaria Putri Simarmata, S.K.M menyampaikan pengenalan mengenai kenakalan remaja, meliputi pengertian, bentuk-bentuk kenakalan remaja, faktor-faktor yang memengaruhi perilaku remaja, serta pentingnya membangun karakter positif dan memilih lingkungan pergaulan yang sehat. Melalui materi ini, siswa diajak untuk memahami dampak kenakalan remaja terhadap masa depan serta pentingnya mengambil keputusan yang bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.Profil 2Selanjutnya, dr. Andyta Kartikawati menyampaikan materi mengenai HIV/AIDS dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Pada materi HIV/AIDS, dijelaskan mengenai pengertian HIV dan AIDS, cara penularan, cara pencegahan, serta pentingnya menghilangkan stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV). Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai PHBS sebagai upaya menjaga kesehatan diri dan lingkungan melalui kebiasaan hidup sehat, seperti menjaga kebersihan diri, mencuci tangan dengan benar, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, beraktivitas fisik secara teratur, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.Kegiatan berlangsung dengan suasana yang interaktif. Para siswa mengikuti materi dengan antusias serta aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab bersama narasumber. Melalui diskusi yang berlangsung, siswa memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai berbagai permasalahan kesehatan yang sering dihadapi pada masa remaja.Melalui kegiatan edukasi ini, diharapkan siswa SMA Stella Duce Bambanglipuro memiliki pengetahuan yang lebih baik mengenai kenakalan remaja, HIV/AIDS, dan PHBS, sehingga mampu menerapkan perilaku hidup sehat, menghindari perilaku berisiko, serta menjadi generasi muda yang sehat, cerdas, dan bertanggung jawab. Dokumentasi Kegiatan: https://www.instagram.com/reel/Da4Qjy5v4s5/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==Disusun oleh: Promosi Kesehatan Rumah Sakit
Pelatihan APAR: Siap Tanggap Darurat dengan Pelatihan Pemadaman Api Menggunakan APAR
Ganjuran, 11 Juli 2026 – RS Santa Elisabeth Ganjuran menyelenggarakan Pelatihan Pemadaman Api Menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan karyawan dalam menghadapi kondisi darurat kebakaran di lingkungan rumah sakit.Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai penggunaan APAR yang benar serta melakukan praktik pemadaman api secara langsung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan karyawan dalam melakukan penanganan awal apabila terjadi kebakaran.Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen RS Santa Elisabeth Ganjuran dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman serta mewujudkan "Pelayanan Tulus dengan Hati Penuh Kasih" melalui budaya keselamatan bagi seluruh pasien, pengunjung, dan karyawan.https://www.instagram.com/reel/Da67YAJx78-/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==Disusun oleh: Promosi Kesehatan Rumah Sakit

Pelatihan K3RS bagi Seluruh Karyawan Rumah Sakit Santa Elisabeth
RS Santa Elisabeth menyelenggarakan In House Training (IHT) Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) pada 8–10 Juli 2026 yang diikuti oleh seluruh karyawan dan staf rumah sakit. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran seluruh SDM terhadap pentingnya penerapan budaya keselamatan di lingkungan rumah sakit.Pelatihan menghadirkan narasumber internal yang menyampaikan materi secara komprehensif melalui pemaparan teori, diskusi, dan simulasi. Seluruh peserta berpartisipasi aktif dalam memahami prosedur keselamatan kerja serta penanganan kondisi darurat yang dapat terjadi di lingkungan rumah sakit.Materi yang diberikan meliputi penerapan K3RS, manajemen risiko, pencegahan kecelakaan kerja, pengelolaan bahan berbahaya dan beracun (B3), pencegahan kebakaran, hingga kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat dan bencana melalui Hospital Disaster Plan (HDP).Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh karyawan mampu menerapkan prosedur keselamatan kerja dengan baik, meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat, serta bersama-sama mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan pasien.Disusun oleh: Promosi Kesehatan Rumah Sakit

Diabetes Mellitus pada Lansia: Kenali Gejalanya, Cegah Komplikasinya
Diabetes Mellitus (DM), atau yang lebih dikenal sebagai penyakit kencing manis, merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah. Penyakit ini banyak ditemukan pada kelompok usia lanjut (lansia) dan perlu mendapat perhatian karena dapat menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak dikendalikan dengan baik.Di dalam tubuh, pankreas menghasilkan hormon insulin yang berfungsi membantu glukosa dari makanan masuk ke dalam sel untuk diubah menjadi energi. Apabila tubuh tidak menghasilkan insulin dalam jumlah yang cukup atau insulin tidak dapat bekerja secara efektif, kadar gula darah akan meningkat sehingga menyebabkan Diabetes Mellitus.Jenis-Jenis Diabetes MellitusDiabetes Mellitus dibedakan menjadi beberapa tipe, yaitu:Diabetes Mellitus Tipe 1, terjadi karena tubuh tidak mampu memproduksi insulin.Diabetes Mellitus Tipe 2, terjadi karena produksi insulin tidak mencukupi atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Tipe ini merupakan jenis diabetes yang paling banyak dialami oleh lansia.Diabetes Gestasional, yaitu diabetes yang muncul selama masa kehamilan.Diabetes Tipe Lain, yang disebabkan oleh penggunaan obat-obatan tertentu, penyakit lain, atau gangguan hormonal.Kenali Gejala Diabetes MellitusGejala diabetes sering kali muncul secara perlahan sehingga banyak penderita yang tidak menyadarinya. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini.Gejala UtamaDiabetes memiliki tiga gejala khas, yaitu:Poliuria, yaitu sering buang air kecil.Polidipsia, yaitu sering merasa haus.Polifagia, yaitu mudah atau sering merasa lapar.Gejala TambahanSelain gejala utama, penderita diabetes juga dapat mengalami:Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas.Tubuh mudah lelah.Mudah mengantuk.Kesemutan pada tangan atau kaki.Luka yang sulit sembuh.Penglihatan menjadi kabur.Bisul yang sering muncul kembali.Gatal di area kewanitaan atau keputihan pada wanita.Gangguan fungsi seksual (impotensi) pada pria.Faktor Risiko Diabetes MellitusBeberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami diabetes.Faktor Risiko yang Dapat DiubahFaktor-faktor berikut dapat dicegah atau dikendalikan melalui perubahan gaya hidup:Kelebihan berat badan atau obesitas (IMT >23 kg/m²).Lingkar perut lebih dari 90 cm pada pria dan lebih dari 80 cm pada wanita.Kurang melakukan aktivitas fisik.Tekanan darah tinggi (≥140/90 mmHg).Kadar kolesterol dan trigliserida yang tidak normal.Pola makan tinggi gula, garam, dan lemak serta rendah serat.Memiliki riwayat penyakit jantung koroner atau stroke.Faktor Risiko yang Tidak Dapat DiubahBeberapa faktor berikut tidak dapat diubah, tetapi perlu diwaspadai:Berusia lebih dari 40 tahun.Memiliki riwayat diabetes dalam keluarga.Pernah mengalami diabetes saat hamil.Pernah melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 4 kg.Riwayat lahir dengan berat badan rendah (<2,5 kg).Pentingnya Deteksi DiniSemakin cepat diabetes diketahui, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi.Segera lakukan pemeriksaan gula darah apabila:Mengalami satu atau lebih gejala diabetes.Memiliki faktor risiko diabetes.Hasil pemeriksaan gula darah menunjukkan kadar di atas normal sesuai hasil pemeriksaan tenaga kesehatan.Komplikasi Diabetes MellitusApabila kadar gula darah tidak terkontrol dalam jangka panjang, diabetes dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti:Retinopati diabetik, yaitu kerusakan pembuluh darah pada mata yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan.Penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung dan stroke.Nefropati diabetik, yaitu kerusakan ginjal yang dapat berujung pada gagal ginjal.Neuropati diabetik, yaitu kerusakan saraf yang menyebabkan kesemutan, mati rasa, luka pada kaki, bahkan amputasi.Mengapa Penderita Diabetes Harus Merawat Kaki?Masalah pada kaki merupakan salah satu komplikasi diabetes yang paling sering terjadi.Kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan:Kerusakan saraf sehingga kaki kehilangan sensasi nyeri dan luka tidak disadari.Aliran darah ke kaki menjadi berkurang sehingga luka sulit sembuh.Luka kecil dapat berkembang menjadi infeksi berat hingga memerlukan amputasi apabila tidak segera ditangani.Risiko gangguan kaki semakin tinggi pada penderita diabetes yang:Berusia lebih dari 40 tahun.Merokok atau menggunakan produk tembakau.Mengalami gangguan aliran darah atau penurunan sensasi pada kaki.Memiliki kelainan bentuk kaki.Pernah mengalami luka atau amputasi pada kaki.Cara Mencegah Komplikasi DiabetesKomplikasi diabetes dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:Minum obat sesuai anjuran dokter.Rutin memeriksa kadar gula darah.Menjalani pemeriksaan mata secara berkala.Melakukan aktivitas fisik secara teratur.Menjaga kebersihan kulit dan mewaspadai tanda-tanda infeksi.Memeriksa kondisi kaki setiap hari, terutama bila muncul kesemutan, rasa terbakar, mati rasa, atau luka.Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan memperbanyak sayur dan buah serta mengurangi gula, garam, dan lemak.Batasi Konsumsi Makanan BerikutAgar kadar gula darah tetap terkendali, batasi konsumsi makanan yang mengandung gula, lemak, dan garam berlebih.1. Makanan Tinggi GulaGula pasir, gula merah, dan gula aren.Sirup dan minuman manis kemasan.Selai.Agar-agar, puding, dan jeli manis.Manisan buah.Susu kental manis.Es krim.Kue, bolu, cake, dodol, serta cokelat.2. Makanan Tinggi LemakMakanan yang digoreng.Makanan cepat saji (fast food).3. Makanan Tinggi Garam (Natrium)Ikan asin.Telur asin.Makanan kaleng atau makanan yang diawetkan.KesimpulanDiabetes Mellitus bukanlah penyakit yang dapat dianggap sepele. Namun, dengan mengenali gejala sejak dini, melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, menerapkan pola hidup sehat, menjaga pola makan, serta mematuhi pengobatan yang dianjurkan, diabetes dapat dikendalikan sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan.Mari mulai hidup sehat dari sekarang. Kenali gejalanya, kendalikan gula darah, dan cegah komplikasi agar tetap sehat, aktif, dan produktif di usia lanjut.Disusun oleh : dr. Muhammad Rafi FauzanPenerbit : Promosi Kesehatan Rumah Sakit

Jumat Pertama Lansia Juli: Bergerak Sehat, Periksa Rutin, dan Kenali Diabetes Melitus
Ganjuran, 3 Juli 2026 – RS Santa Elisabeth Ganjuran kembali melaksanakan kegiatan rutin Jumat Pertama Lansia bersama Paguyuban Lansia Tyas Sumuwar Cahyo Sumunar. Kegiatan ini diawali dengan pemeriksaan kesehatan, dilanjutkan senam bersama, dan diakhiri dengan edukasi kesehatan mengenai Diabetes Melitus yang disampaikan oleh dr. Muhammad Rafi Fauzan.Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lansia akan pentingnya menjaga kesehatan melalui pemeriksaan rutin, aktivitas fisik, serta pemahaman mengenai pencegahan dan pengendalian Diabetes Melitus. Melalui kegiatan ini, RS Santa Elisabeth Ganjuran terus berkomitmen mendukung kesehatan masyarakat, khususnya lansia, sesuai dengan motto "Pelayanan Tulus dengan Hati Penuh Kasih."
Tingkatkan Kualitas Pelayanan, RS Santa Elisabeth Ganjuran Gelar IHT Implementasi Komunikasi Efektif
Rumah Sakit Santa Elisabeth Ganjuran menyelenggarakan In House Training (IHT) Internal Implementasi Komunikasi Efektif dalam Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) pada 25–27 Juni 2026. Pelatihan ini diikuti oleh tenaga kesehatan dan karyawan sebagai upaya meningkatkan kualitas komunikasi dalam memberikan pelayanan kepada pasien dan keluarga.Selama tiga hari pelaksanaan, peserta memperoleh empat materi utama, yaitu Komunikasi di Rumah Sakit Santa Elisabeth, Handling Complain, Sosialisasi Program Holistik, dan Peran PKRS dalam Program Nasional (Prognas). Seluruh materi disampaikan secara interaktif melalui paparan, diskusi, dan tanya jawab sehingga peserta dapat mengaplikasikannya dalam pelayanan sehari-hari.Direktur RS Santa Elisabeth Ganjuran menyampaikan bahwa komunikasi yang efektif merupakan salah satu kunci dalam menciptakan pelayanan yang berkualitas dan berpusat pada pasien."Komunikasi yang baik tidak hanya membangun kepercayaan pasien, tetapi juga mendukung keselamatan pasien dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit," ujarnya.Melalui kegiatan ini, RS Santa Elisabeth Ganjuran terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia guna mewujudkan pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada keselamatan pasien.Disusun oleh Komite Mutu dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit

Indikator Nasional Mutu Kepuasan Pasien
Sobat Elsa, yukkk kita lihat bagaimana kepuasan pasien di RS Santa ElisabethIndikator Nasional Mutu Kepuasan PasienKepuasan pasien menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan rumah sakit. Secara nasional, standar indikator kepuasan pasien ditetapkan sebesar 76,61%. Hasil capaian Triwulan I menunjukkan hasil yang sangat baik dan melebihi target. Terlihat adanya tren peningkatan kepuasan pasien dari bulan ke bulan, yang menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan telah berjalan dengan baik dan memenuhi harapan pasien. 🌟✨ Upaya mempertahankan dan meningkatkan kepuasan pasien:Memastikan pelayanan sesuai standar operasional prosedurMonitoring hasil survei kepuasan pasien secara berkalaMenindaklanjuti masukan dan saran sebagai bahan evaluasiPenguatan budaya pelayanan prima kepada seluruh petugasMelalui komitmen perbaikan yang berkelanjutan, RS Santa Elisabeth terus berupaya menghadirkan pelayanan yang berkualitas, aman, dan berpusat pada kebutuhan pasien.“RS Santa Elisabeth — bersama memberikan pelayanan terbaik untuk kesehatan dan kepuasan pasien.” 💙Disusun oleh: Komite Mutu dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit Komite Mutu

Indikator Nasional Mutu Waktu Tanggap Komplain
Sobat Elsa, yukkk kita lihat bagaimana waktu tanggap komplain di RS Santa ElisabethIndikator Nasional Mutu Waktu Tanggap Komplain📌 Kecepatan Waktu Tanggap KomplainRS Santa Elisabeth terus berupaya memberikan pelayanan yang cepat dan responsif terhadap setiap keluhan pasien dan keluarga. Standar indikator ketepatan waktu tanggap komplain ditetapkan ≥80% secara nasional. Kabar baiknya, pada periode Januari hingga Maret 2026, capaian yang diperoleh mencapai 100% setiap bulan. Artinya, seluruh komplain yang diterima berhasil ditindaklanjuti sesuai standar waktu yang telah ditetapkan. Hasil ini menunjukkan komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan yang tanggap, peduli, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.✨ Upaya yang terus dilakukan:Penguatan sistem penanganan komplainMonitoring dan evaluasi berkalaOptimalisasi tindak lanjut masukan pasien dan keluargaPerbaikan mutu pelayanan secara berkelanjutanDengan langkah tersebut, diharapkan kepercayaan pasien terhadap pelayanan rumah sakit dapat terus terjaga dan meningkat.Disusun oleh: Komite Mutu dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit Komite Mutu

Cek Risiko Kesehatan Sejak Dini dengan BPJS Kesehatan
Skrining Riwayat Kesehatan merupakan layanan bagi peserta JKN untuk mengetahui risiko penyakit tidak menular sejak dini. Skrining ini dapat dilakukan secara gratis melalui Mobile JKN.Risiko Penyakit yang Dapat DideteksiSkrining Riwayat Kesehatan dapat membantu mengetahui risiko beberapa penyakit tidak menular, yaitu:Penyakit jantung Stroke Diabetes melitus Hipertensi Penyakit ginjal kronis Siapa yang Perlu Melakukan Skrining?Skrining dapat dilakukan oleh peserta JKN usia 15 tahun ke atas, terutama jika memiliki faktor risiko seperti:Memiliki riwayat hipertensi atau diabetes. Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit jantung, stroke, atau diabetes. Memiliki kebiasaan merokok. Kurang melakukan aktivitas fisik. Memiliki berat badan berlebih. Manfaat SkriningMelakukan skrining secara berkala dapat membantu peserta:Mengetahui risiko kesehatan sejak dini. Mencegah penyakit berkembang menjadi lebih berat. Mendapatkan rekomendasi pola hidup sehat. Mengetahui kebutuhan untuk melakukan konsultasi atau pemeriksaan kesehatan lanjutan. Cara Melakukan SkriningPeserta dapat melakukan skrining dengan mudah melalui Mobile JKN, yaitu:Buka aplikasi Mobile JKN. Pilih menu “Skrining Riwayat Kesehatan”. Isi pertanyaan dengan jujur dan lengkap. Lihat hasil serta rekomendasi kesehatan yang diberikan. Jika memiliki risiko sedang atau tinggi, segera lakukan konsultasi ke fasilitas kesehatan. Terapkan Perilaku CERDIKSetelah mengetahui kondisi dan risiko kesehatan, jangan lupa menerapkan pola hidup sehat dengan CERDIK, yaitu:C – Cek kesehatan secara berkala. E – Enyahkan asap rokok. R – Rajin aktivitas fisik. D – Diet sehat dengan kalori seimbang. I – Istirahat cukup. K – Kelola stres. Jangan tunggu sampai sakit. Kenali risiko kesehatanmu sejak dini dan mulai hidup sehat dari sekarang. Sehat Anda, Prioritas Kami.
