Artikel & Berita

Waspada “Superflu” pada Anak: Lebih dari Sekadar Flu Biasa
kesehatan24 Februari 2026|5 min read

Waspada “Superflu” pada Anak: Lebih dari Sekadar Flu Biasa

Istilah superflu belakangan ini banyak dibicarakan, terutama di kalangan orang tua. Superflu merujuk pada infeksi yang disebabkan oleh varian terbaru virus Influenza A subtipe H3N2, yang dikenal sebagai subclade K. Meski mengalami perubahan genetik dibandingkan varian sebelumnya, hingga saat ini belum ditemukan bukti bahwa varian ini lebih berbahaya. Namun, karena penyebarannya tergolong cepat, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan.Di negara beriklim tropis seperti Indonesia, virus influenza dapat beredar sepanjang tahun. Sejak September 2025, virus H3N2 dilaporkan mulai mendominasi dan menggantikan jenis influenza lain, seperti H1N1.Anak Lebih Rentan TerinfeksiAnak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang, sehingga belum sepenuhnya memiliki perlindungan terhadap varian virus baru. Aktivitas anak di lingkungan sekolah dan tempat bermain yang padat juga meningkatkan risiko penularan antarindividu.Cara Penularan SuperfluVirus H3N2 menular dengan cara yang sama seperti influenza pada umumnya, yaitu melalui:Percikan droplet, yang keluar saat penderita batuk, bersin, atau berbicaraKontak langsung, seperti berjabat tangan atau bersentuhan dengan penderitaKontak tidak langsung, melalui benda yang terkontaminasi virus, seperti mainan, gagang pintu, atau peralatan makan, kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulutGejala yang Perlu DiperhatikanInfeksi superflu umumnya muncul secara mendadak dan dapat disertai beberapa keluhan berikut:Demam tinggi, yang dapat meningkat hingga 39°C atau lebihNyeri otot dan sendi, membuat anak tampak rewel atau mudah menangisBatuk kering dan nyeri tenggorokan, disertai rasa tidak nyaman saat menelan dan napas terasa beratKelelahan yang berat, anak terlihat lemas, enggan makan, dan tidak beraktivitas seperti biasaKeluhan saluran cerna, seperti mual, muntah, atau diareLangkah Pencegahan yang DianjurkanUntuk menurunkan risiko penularan superflu, orang tua dapat melakukan beberapa upaya berikut:Melakukan vaksinasi influenza secara rutin setiap tahunMembiasakan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detikMenerapkan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut menggunakan siku bagian dalamMenggunakan masker, terutama bagi anak usia di atas 5 tahun saat berada di tempat umumMenghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakitMenjaga daya tahan tubuh anak, melalui asupan gizi seimbang, cairan yang cukup, dan istirahat yang memadaiPenanganan Awal di RumahApabila anak mulai menunjukkan gejala superflu, orang tua diimbau untuk tetap tenang dan melakukan penanganan awal sebagai berikut:Memberikan waktu istirahat yang cukup agar sistem imun bekerja optimalMemastikan kecukupan cairan, seperti ASI, susu, air putih, sup hangat, oralit, atau jus buah (untuk anak usia di atas 1 tahun)Memberikan obat penurun panas, seperti paracetamol sesuai dosis berat badanMelakukan isolasi sementara, guna mencegah penularan kepada anggota keluarga lainnyaMemantau tanda bahaya, seperti sesak napas atau tanda dehidrasi (jarang buang air kecil, tampak sangat lemas), dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatanPerlu diingat bahwa superflu disebabkan oleh virus, sehingga antibiotik tidak dianjurkan, kecuali atas indikasi dan resep dokter bila terdapat infeksi bakteri tambahan.Kapan Perlu Berkonsultasi ke Dokter?Segera periksakan anak ke dokter apabila demam tidak membaik dalam waktu tiga hari, muncul tanda bahaya, atau bila anak memiliki riwayat penyakit kronis seperti asma.

Artikel Terbaru Lainnya

Healing Garden RS Santa Elisabeth Ganjuran
berita

Healing Garden RS Santa Elisabeth Ganjuran: Ruang Penyembuhan yang Menyentuh Jiwa dan RagaHealing Garden RS Santa Elisabeth Ganjuran merupakan salah satu sarana terapi holistik yang dirancang untuk mendukung proses penyembuhan pasien secara psikis dan fisik. Kehadiran taman hijau di area rumah sakit ini menjadi alternatif ruang pemulihan yang menghadirkan suasana berbeda dari rutinitas perawatan medis di dalam ruangan.Melalui Healing Garden, pasien tidak hanya disuguhkan pemandangan dinding tembok dan tirai kamar, tetapi diajak untuk merasakan keasrian alam secara langsung. Menghirup udara segar, merasakan hangatnya sinar matahari, mendengarkan kicauan burung, serta menikmati keindahan flora dan fauna menjadi pengalaman yang membantu menenangkan pikiran dan memperkuat semangat sembuh.Aktivitas Healing Garden yang Interaktif dan MenyenangkanKegiatan Healing Garden tidak hanya berfokus pada relaksasi, tetapi juga diisi dengan edukasi kesehatan interaktif yang melibatkan dokter dan tenaga medis bersama pasien, keluarga, serta pengunjung rumah sakit. Edukasi disampaikan dengan pendekatan yang ringan dan komunikatif sehingga mudah dipahami serta memberikan dampak positif bagi perubahan perilaku hidup sehat.Suasana kegiatan dibuat semakin menyenangkan melalui hiburan berupa permainan, kuis, dan musik. Dalam kebersamaan tersebut, pasien, keluarga, dan staf rumah sakit dapat bernyanyi bersama sebagai sarana saling menghibur, menguatkan, dan membangun ikatan emosional yang positif. Kehangatan interaksi ini menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan secara menyeluruh.Karakteristik Healing Garden RS Santa Elisabeth GanjuranHealing Garden RS Santa Elisabeth Ganjuran dirancang sebagai ruang terbuka yang ramah, inklusif, dan menenangkan. Taman ini mengedepankan nilai kebersamaan, kenyamanan, serta kedekatan dengan alam sebagai bagian dari pendekatan pelayanan kesehatan yang berpusat pada manusia.Penjabaran Visi Rumah Sakit“Pelayanan Tulus dengan Hati Penuh Kasih”Healing Garden menjadi perwujudan nyata dari visi RS Santa Elisabeth Ganjuran. Melalui pelayanan yang tidak hanya berfokus pada aspek klinis, rumah sakit menghadirkan sentuhan kasih, empati, dan kepedulian terhadap kondisi psikologis pasien dan keluarganya.TujuanMemberikan hiburan yang menenangkan dan membangkitkan semangat pasienMenyediakan edukasi kesehatan secara interaktif dan humanisMembantu mempercepat proses kesembuhan pasien dengan mendorong kekuatan penyembuhan dari dalam diri sendiriKonsepHealing Garden mengusung konsep terapi holistik yang memadukan pengobatan medis dengan pendekatan natural atau alam. Konsep ini menggabungkan stimulasi seluruh pancaindra melalui alunan musik atau lagu, kehangatan sinar matahari, udara segar, keindahan lingkungan taman yang hijau dan asri, serta kebersamaan keluarga sebagai sumber dukungan emosional.SasaranPasien rawat inapPasien rawat jalanKeluarga pasien dan pengantarPengunjung rumah sakitLokasiKegiatan Healing Garden dilaksanakan di Area Taman Barat atau area terbuka hijau lainnya di lingkungan RS Santa Elisabeth Ganjuran.

Hari Orang Sakit Sedunia 2026
berita

Hari Orang Sakit Sedunia (World Day of the Sick) yang ditetapkan oleh Santo Yohanes Paulus II pada tahun 1992, menjadi momen istimewa bagi rumah sakit dan Gereja untuk berdoa, berefleksi serta memperbaharui komitmen pelayanan kepada orang sakit.Terdapat tiga subtema yang senantiasa diharapkan dan diingatkan kepada seluruh umat beriman. Pertama, untuk selalu mengajak berdoa secara khusyuk bagi mereka yang sedang sakit. Kedua, merefleksikan makna sakit dan penderitaan, serta menyadari bahwa kesehatan sebagai anugerah Tuhan. Ketiga, memberikan apresiasi kepada semua pihak yang dengan setia dan selalu mengupayakan pelayanan kesehatan.Hari Orang Sakit Sedunia ke-34 yang dirayakan pada  tanggal 11 Februari 2026, mengangkat tema;  Belarasa Orang Samaria: Mengasihi dengan Menanggung Derita Orang Lain.Di tengah dunia yang serba cepat, banyak orang yang terluka secara fisik, mental, maupun rohani justru terlewatkan. Kesibukan seringkali membuat kita lupa berhenti sejenak untuk melihat siapa yang membutuhkan uluran tangan. Kisah Orang Samaria yang baik hati mengingatkan bahwa inti iman bukan hanya doa dan ibadat, melainkan keberanian untuk hadi, mendekat dan mengasihi mereka yang menderita.(Anugerah perjumpaan: sukacita berbagi kedekatan dan kehadiran)Belarasa berarti lebih dari sekadar merasa iba. Belarasa adalah Keputusan sadar untuk mendekat, merawat, dan menanggung sebagian beban penderitaan sesama. Seperti Orang Samaria, kita dipanggil bukan hanya menjadi penonton, tetapi menjadi sesama bagi siapa pun yang terluka di sepanjang jalan kehidupan. (Perutusan bersama untuk merawat orang sakit)Kita dapat memulainya dari hal sederhana: menyapa mereka yang kesepian (sendiri karena sakit), mendampingi yang sakit, serta memberi waktu, perhatian, dan kasih. Saat kita berani berhenti, mendekat, dan merawat, di sanalah kasih Allah menjadi nyata. Belarasa bukan sekedar teori, melainkan tindakan kasih yang mengubah dunia, dimulai dari langkah kecil yang kita lakukan hari ini. (Selalu digerakkan oleh kasih kepada Allah, untuk berjumpa dengan diri sendiri dan sesama)Dalam rangka memperingati HOSS ke-34, RS Santa Elisabeth Ganjuran menyelenggarakan  rangkaian kegiatan: Diawali kegiatan Home care /kunjungan kepada pasien yang memerlukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan serta pemberian Sakramen Perminyakan Suci oleh Romo Paroki Gereja Hati Kudus Yesus selama beberapa hari di area lingkungan Paroki.Pada tanggal 11 Februari 2026, dilakukan doa bersama dan Misa Syukur yang disertai Sakramen Pengurapan Orang Sakit atau Sakramen Perminyakan Suci. Perayaan ini dipimpin oleh Romo L. Dwi Agus Merdi, Pr. Kegiatn dilanjutkan dengan pembagian suvenir rohani kepada para pasien RS Santa Elisabeth Ganjuran oleh Direktur RS Santa Elisabeth Ganjuran, dr Tandean Arif Wibowo.Penulis dr.Tandean Arif Wibowo, M.P.H

Tetap Sehat dan Bugar Selama Libur Natal dan Tahun Baru
kesehatan

Libur Natal dan Tahun Baru adalah waktu yang menyenangkan untuk merayakan kebersamaan dan beristirahat. Namun, di tengah suasana liburan, kesehatan tetap perlu dijaga. Pola makan berlebih, kurang bergerak, dan kelelahan bisa memengaruhi kondisi tubuh jika tidak disikapi dengan baik.Batasi makanan berlebihan.Nikmati hidangan liburan secukupnya. Kurangi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta tetap konsumsi buah dan sayur setiap hari.Tetap bergerak.Meski libur, usahakan tetap aktif dengan jalan santai, bersepeda, atau aktivitas ringan lainnya.Jaga kesehatan mental.Luangkan waktu untuk bersantai dan melakukan hal yang disukai agar pikiran tetap tenang.Cukup istirahat.Hindari begadang berlebihan dan pastikan tidur cukup agar tubuh tetap bugar.Jaga kebersihan diri.Rajin mencuci tangan untuk mencegah penularan penyakit, terutama saat berkumpul dengan banyak orang.Hindari alkohol dan rokok.Keduanya dapat berdampak buruk bagi kesehatan, meski sedang suasana liburan.Perhatikan kesehatan saat bepergian.Minum air yang cukup, makan makanan yang aman, dan siapkan perlengkapan P3K.Utamakan keselamatan.Patuhi aturan keselamatan untuk menghindari kecelakaan selama liburan.Pastikan vaksinasi lengkap.Vaksin membantu melindungi tubuh, terutama saat bepergian.Nikmati liburan dengan seimbang.Liburan adalah waktu untuk bahagia. Nikmati momen bersama keluarga tanpa melupakan kesehatan.Dengan langkah sederhana ini, libur Natal dan Tahun Baru dapat dinikmati dengan tubuh sehat dan pikiran segar. Sambut tahun baru dengan penuh semangat dan kebahagiaan.

Hari AIDS Sedunia
kesehatan
8 Desember 2025

Hari AIDS Sedunia

Setiap tanggal 1 Desember, dunia memperingati Hari AIDS Sedunia atau World AIDS Day. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang HIV/AIDS dan menunjukkan kepedulian global dalam menghadapi penyakit ini.Latar BelakangMenurut WHO, Hari AIDS Sedunia menjadi momen penting untuk mengingatkan masyarakat bahwa HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan dunia. Pada hari ini, berbagai negara kembali memperkuat komitmen dalam pencegahan, pemeriksaan, dan pengobatan HIV.Hari AIDS Sedunia juga menjadi kesempatan untuk:meningkatkan kesadaran masyarakat,mengenang mereka yang telah meninggal karena AIDS,serta merayakan kemajuan layanan kesehatan seperti makin banyaknya akses pengobatan.Apa Itu HIV dan AIDS?HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh.AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah tahap infeksi HIV yang paling berat.HIV menyerang sel darah putih sehingga tubuh menjadi mudah terkena penyakit seperti TB, infeksi berat, atau beberapa jenis kanker.HIV dapat menular melalui:darah,ASI,air mani,cairan vagina,serta dari ibu ke bayi.HIV tidak menular lewat pelukan, bersalaman, atau makan bersama.HIV dapat dicegah dan diobati melalui terapi antiretroviral (ART). Tanpa pengobatan, HIV bisa berkembang menjadi AIDS setelah bertahun-tahun.Tema Hari AIDS Sedunia 2025Tema tahun 2025 adalah:“Overcoming disruption, transforming the AIDS response”(Mengatasi hambatan, memperkuat kembali respon terhadap AIDS)Tema ini mengajak semua negara untuk:memperkuat kepemimpinan,bekerja sama secara internasional,dan menempatkan hak asasi manusia sebagai dasar penanganan HIV/AIDS menuju target eliminasi tahun 2030.Pesan Utama Hari AIDS Sedunia 20251. Prioritaskan dan Permudah LayananMemperluas akses pencegahan, tes, dan pengobatan HIV.Meningkatkan penanganan resistensi obat dan kasus HIV stadium lanjut.Mengintegrasikan layanan HIV ke dalam layanan kesehatan dasar dan berbasis komunitas.2. Atasi KetidakadilanEpidemi HIV sering terjadi karena ketimpangan, terutama pada:anak-anak,remaja putri,perempuan muda,serta kelompok rentan lainnya.Untuk menghentikan infeksi baru, semua orang harus mendapat layanan kesehatan yang adil dan mudah diakses.3. Perluas InovasiWalaupun banyak tantangan, inovasi terus berkembang. Salah satunya adalah suntikan pencegahan HIV yang bisa bertahan hingga enam bulan. Inovasi seperti ini harus dimaksimalkan agar bisa menjangkau masyarakat yang membutuhkan.4. Perkuat Peran MasyarakatKomunitas adalah kunci keberhasilan penanganan HIV. Orang dengan HIV dan kelompok terdampak memiliki pengalaman dan pengetahuan penting. Jika komunitas, tenaga kesehatan, dan pemerintah bekerja bersama, upaya pengendalian HIV akan lebih efektif