Artikel & Berita

BPJS Kesehatan Pusat Kunjungi Rumah Sakit Santa Elisabeth dalam Penilaian Fasilitas Kesehatan Berkomitmen Pelayanan JKN Tahun 2026
Rumah Sakit Santa Elisabeth menerima kunjungan BPJS Kesehatan Kantor Pusat dalam rangka Penilaian Fasilitas Kesehatan Berkomitmen dalam Pelayanan Program JKN Tahun 2026 pada 21 Agustus 2026 oleh Deputi Direksi Bidang Manajemen Mutu dan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan Arief Syaefudin, S.K.M.Kegiatan tersebut didampingi oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta, Subkhan, S.K.M., M.Kes., AAAK, dan disambut hangat oleh Direktur Rumah Sakit Santa Elisabeth, dr. Tandean Arif Wibowo, M.P.H., beserta jajaran manajemen.Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).Kunjungan BPJS PusatKunjungan dan penilaian tersebut menjadi momentum bagi RS Santa Elisabeth Ganjuran untuk terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pelayanan yang bermutu, profesional, mudah diakses, serta berorientasi pada kebutuhan dan kepuasan peserta JKN. Proses penilaian juga menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi dan melihat berbagai aspek pelayanan yang dapat terus dikembangkan.Melalui sinergi antara BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan, diharapkan tercipta pelayanan JKN yang semakin baik dan berkesinambungan. RS Santa Elisabeth Ganjuran berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan memberikan pelayanan terbaik sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang penuh kasih dan berorientasi pada masyarakat.Kunjungan BPJS Pusat.Semoga sinergi yang terjalin semakin kuat dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan memberikan pengalaman pelayanan terbaik bagi seluruh peserta JKN.
Puskesmas Kabupaten Bantul Perkuat Mutu Layanan GILUT Bersama Rumah Sakit Santa Elisabeth
Dalam rangka mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan, telah dilaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Mutu Layanan GILUT bagi Puskesmas di Kabupaten Bantul pada Rabu, 12 Agustus 2026, bertempat di Aula IFK Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul.Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Puskesmas di Kabupaten Bantul sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kualitas pelayanan GILUT. Dalam kegiatan tersebut, drg. Sukma Paramastri, Sp.KG dari RS Santa Elisabeth Ganjuran hadir sebagai narasumber.Melalui kegiatan bimtek ini, diharapkan pelayanan GILUT di Puskesmas dapat terus ditingkatkan sehingga mampu memberikan pelayanan yang berkualitas dan mendukung peningkatan kesehatan masyarakat di Kabupaten Bantul. 📷 Intip Momen Kegiatannya Lihat keseruan dan momen selama kegiatan berlangsung melalui dokumentasi di Instagram kami: https://www.instagram.com/reel/DcsajMyvZCf/?utm_source=ig_web_copy_link&stkn=MzRlODBiNWFlZA==

Pentingnya Surat Kontrol untuk Pasien BPJS Kesehatan
Surat kontrol merupakan bagian penting dalam memastikan perawatan pasien BPJS Kesehatan berjalan teratur dan berkelanjutan. Bagi pasien yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan, memahami fungsi dan ketentuan surat kontrol dapat membantu kelancaran proses pelayanan kesehatan.1. Memberikan Kepastian untuk Rencana Perawatan ke DepanSurat kontrol memberikan kepastian kepada pasien BPJS mengenai rencana perawatan dan pemeriksaan selanjutnya, sehingga pasien dapat mengikuti proses pelayanan sesuai kebutuhan medis.2. Diterbitkan oleh Dokter yang Bertanggung JawabSurat kontrol diterbitkan oleh dokter yang bertanggung jawab memeriksa dan menangani pasien, bukan berdasarkan permintaan pasien. Pemberian surat kontrol disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan medis pasien.3. Diberikan kepada Peserta dengan Kriteria TertentuSurat kontrol diberikan kepada peserta yang memenuhi kriteria, di antaranya:Pasien yang telah selesai menjalani rawat inap dan masih membutuhkan pemantauan rawat jalan. Peserta rawat jalan yang membutuhkan kontrol atau pemeriksaan lanjutan. 4. Berlaku untuk 1 Kali KunjunganSurat kontrol berlaku untuk satu kali kunjungan. Apabila setelah pemeriksaan pasien masih membutuhkan kontrol berikutnya, surat kontrol dapat diberikan kembali oleh dokter sesuai dengan kebutuhan medis pasien.5. Datang Sesuai Tanggal Kontrol yang DitetapkanPasien diharapkan datang sesuai dengan tanggal kontrol yang telah ditentukan. Apabila terdapat kebutuhan untuk mengubah jadwal, pasien dapat menghubungi petugas fasilitas kesehatan untuk mendapatkan informasi dan bantuan terkait perubahan jadwal.6. Pastikan Status Kepesertaan JKN Selalu AktifSebelum mendapatkan pelayanan, peserta diharapkan memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif. Dengan kepesertaan yang aktif, peserta dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Dengan memahami keenam hal tersebut, diharapkan peserta JKN dapat mengikuti proses perawatan dengan lebih tertib dan memastikan pelayanan kesehatan berjalan terencana, berkelanjutan, dan berkualitas.

Pentingnya ASI Eksklusif Selama 6 Bulan
Mengapa ASI Eksklusif Selama 6 Bulan?Pemberian ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa makanan atau minuman lain, kecuali vitamin, mineral atau obat-obatan dalam bentuk sirup sejak bayi lahir hingga usia 6 bulan (WHO, 2003). Menyusui memberikan manfaat baik bagi bayi, ibu maupun keluarga. Manfaat ASI bagi Bayi:Memenuhi semua kebutuhan nutrisi bayi. ASI mudah dicerna dan diserap secara efisien karena mengandung protein whey yang mudah diserap dan kasein dalam jumlah sedikit.Meningkatkan daya tahan tubuh bayi. ASI mengandung zat kekebalan yang akan melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi bakteri, virus, parasit, dan jamur.Mengupayakan pertumbuhan yang optimal. Bayi yang mendapat ASI mempunyai kenaikan berat badan yang baik dan mengurangi resiko obesitas. Frekuensi menyusu yang sering (tidak dibatasi) juga dibuktikan bermanfaat karena volume ASI yang dihasilkan lebih banyak sehingga penurunan berat badan bayi hanya sedikit.Meningkatkan ikatan (bonding) dengan ibu. Kontak kulit saat menyusui berpengaruh terhadap perkembangan bayi. Interaksi yang timbul waktu proses menyusui antara ibu dan bayi menimbulkan rasa aman dan nyaman. Perasaan aman sangat penting untuk membangun dasar kepercayaan bayi (basic sense of trust) yaitu dengan mulai mempercayai orang lain (ibu), maka selanjutnya akan timbul rasa percaya pada diri sendiri.Manfaat Menyusui bagi IbuMempercepat proses rahim kembali ke ukuran semula. Sewaktu menyusui, perut ibu terasa sakit yang menandakan terjadinya kontraksi dengan demikian pengecilan rahim terjadi lebih cepat.Mencegah perdarahan pasca persalinan sehingga meminimalkan kejadian anemia pada ibu menyusui. Perangsangan pada payudara ibu oleh isapan bayi akan diteruskan ke otak dan ke kelenjar hipofisis yang akan merangsang terbentuknya hormon oksitosin. Oksitosin membantu rahim berkontraksi, mencegah terjadinya perdarahan pasca persalinan dan mempercepat keluarnya sisa plasenta.Membantu mengatur jarak kehamilan melalui efek hormonal yang menunda menstruasi (KB Alami) melalui Metode Amenorrhea Laktasi (MAL), yang harus dipenuhi dengan 3 syarat: Amenorrhea (tidak menstruasi) setelah 6 minggu pasca persalinan, menyusui secara eksklusif tidak lebih dari 4 jam antara waktu menyusui dan hanya satu kali dalam satu hari tidak lebih dari 6 jam (dalam kurun 24 jam) diantara waktu menyusui, dan usia bayi kurang dari 6 bulan.Memudahkan ibu karena ASI tersedia pada suhu yang tepat untuk bayi.Meningkatkan ikatan (bonding) dengan bayi.Cara Menjaga Produksi dan Kualitas ASIFrekuensi: Sering menyusui bayi secara bergantian dari payudara kiri dan kanan.Pelekatan Benar: Pastikan sebagian besar area gelap sekitar puting (areola) masuk ke dalam mulut bayi.Kondisi Ibu: Menjaga pikiran tetap tenang, cukup istirahat, dan makan makanan bergizi seimbang seperti sayuran hijau serta kacang-kacangan. ASI adalah Investasi KesehatanSetiap tetes ASI adalah investasi terbaik untuk kesehatan dan masa depan bayi. Oleh karena itu, keberhasilan menyusui tidak hanya menjadi tanggung jawab ibu. Dukungan dari keluarga, tenaga kesehatan, tempat kerja, dan masyarakat sangat menentukan keberhasilan pemberian ASI, baik secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan, maupundilanjutkan hingga usia dua tahun atau lebih dengan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang adekuat. ASI bukan hanya makanan, tapi juga investasi kesehatan untuk masa depan anak. Yuk, dukung ibu menyusui! Referensi:Kemenkes RI. 2021. Buku Saku Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) untuk Tenaga Kesehatan.Kemenkes RI. 2021. Pedoman Gizi Seimbang Ibu Hamil dan Ibu Menyusui.Kemenkes RI. 2020. Pedoman Pemberian Makan Bayi dan Anak.WHO. Breastfeeding. https://www.who.int/health-topics/breastfeeding#tab=tab_1WHO. Infant and Young Child Feeding. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/infant-and-young-child-feeding
IX WUJA Congress 2026 Yogyakarta, Rumah Sakit Santa Elisabeth Hadir sebagai Tim Kesehatan
Misa Pembukaan XI World Union of Jesuit Alumni (WUJA) Congress 2026 dilaksanakan pada Rabu, 29 Juli 2026 di Gereja Katolik Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 1.000 delegasi dari 30 negara, yang merupakan alumni sekolah dan universitas Jesuit dari berbagai belahan dunia.XI WUJA Congress 2026 merupakan pertemuan terbesar alumni lembaga pendidikan Jesuit di dunia dan untuk pertama kalinya diselenggarakan di kawasan Asia. Misa Pembukaan dipimpin oleh Rm. Albertus Bagus Laksana, SJ, Provinsial Serikat Yesus Provinsi Indonesia, bersama Rm. Johanes Hariyanto, SJ.Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian kongres sekaligus momentum perjumpaan, persaudaraan, dan refleksi bagi para alumni Jesuit dari berbagai negara.Dalam kegiatan tersebut, RS Santa Elisabeth Ganjuran berperan sebagai tim Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) untuk mendukung kelancaran acara dan memberikan pelayanan kesehatan apabila diperlukan selama kegiatan berlangsung.Partisipasi ini merupakan wujud komitmen RS Santa Elisabeth Ganjuran dalam menghadirkan "Pelayanan Tulus dengan Hati Penuh Kasih", melalui pelayanan kesehatan yang sigap, profesional, dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan seluruh peserta.Disusun oleh: Promosi Kesehatan Rumah Sakit
Misa Karyawan: Memperkuat Iman, Pelayanan, dan Kebersamaan
Ganjuran, 28 Juli 2026 – RS Santa Elisabeth Ganjuran menyelenggarakan Perayaan Ekaristi Misa Karyawan yang dipimpin oleh Rm. Raymundus Sugihartanto, Pr. Kegiatan ini menjadi momen bagi seluruh karyawan untuk bersama-sama mengucap syukur, memperdalam iman, serta mempererat kebersamaan dalam semangat pelayanan.Melalui perayaan Ekaristi, seluruh karyawan diajak untuk semakin menghayati panggilan dalam berkarya dan melayani sesama dengan penuh kasih. Semangat tersebut sejalan dengan motto RS Santa Elisabeth Ganjuran, "Pelayanan Tulus dengan Hati Penuh Kasih," yang menjadi landasan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan setiap pasien.Misa Karyawan diharapkan menjadi sumber kekuatan rohani bagi seluruh karyawan agar senantiasa setia dalam menjalankan tugas dan menghadirkan pelayanan yang membawa harapan bagi masyarakat.Disusun oleh: Promosi Kesehatan Rumah Sakit
Uji Fungsi Alarm Kebakaran dan Smoke Detector Rumah Sakit Santa Elisabeth
Ganjuran, 27 Juli 2026 – RS Santa Elisabeth Ganjuran melaksanakan Uji Fungsi Alarm Kebakaran dan Smoke Detector sebagai bagian dari upaya memastikan sistem proteksi kebakaran di lingkungan rumah sakit berfungsi dengan baik. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) dengan melibatkan petugas keamanan (satpam) sebagai peserta.Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai fungsi sistem alarm kebakaran dan smoke detector, serta prosedur yang harus dilakukan ketika alarm berbunyi sebagai respons terhadap kondisi darurat. Uji fungsi ini merupakan bentuk komitmen RS Santa Elisabeth Ganjuran dalam menciptakan lingkungan rumah sakit yang aman, tanggap, dan siap menghadapi potensi keadaan darurat, sejalan dengan motto "Pelayanan Tulus dengan Hati Penuh Kasih."Uji Coba Alarm Kebakaran 📷 Intip Momen Kegiatannya Lihat keseruan dan momen selama kegiatan berlangsung melalui dokumentasi di Instagram kami: https://www.instagram.com/reel/DbaCZIovmJo/?utm_source=ig_web_copy_link&stkn=MzRlODBiNWFlZA==Disusun oleh: Promosi Kesehatan Rumah Sakit
Pelatihan Teknik Aseptik Rumah Sakit Santa Elisabeth
Ganjuran, 23–25 Juli 2026 – RS Santa Elisabeth Ganjuran menyelenggarakan Pelatihan Teknik Aseptik pada Pencampuran Sediaan Parenteral yang diikuti oleh para perawat sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan keperawatan.Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam menerapkan teknik aseptik yang benar pada proses pencampuran sediaan parenteral, sehingga dapat meminimalkan risiko kontaminasi serta meningkatkan keselamatan pasien. Kegiatan berlangsung melalui penyampaian materi dan praktik yang dipandu oleh narasumber sesuai bidangnya.Melalui pelatihan ini, RS Santa Elisabeth Ganjuran terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui pengembangan kompetensi sumber daya manusia, sejalan dengan motto "Pelayanan Tulus dengan Hati Penuh Kasih."

Gigi Sehat, Senyum Hebat : jaga Gigimu, Jaga Senyummu Jaga Masa Depanmu!
Menjaga kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Gigi yang sehat tidak hanya membuat senyum terlihat indah, tetapi juga membantu proses mengunyah makanan, berbicara dengan jelas, serta meningkatkan rasa percaya diri. Sebaliknya, gigi berlubang dan karang gigi yang dibiarkan tanpa penanganan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari sakit gigi hingga gangguan pada jaringan penyangga gigi. Ciri-Ciri Gigi Sehat:Gigi dan mulut dikatakan sehat apabila memiliki kondisi sebagai berikut: Gigi tidak berlubang dan tidak goyangGigi tidak sensitif terhadap makanan manis, asam, panas, dan dinginGusi berwarna merah muda dan tidak mudah berdarahTidak bau mulut Menjaga kondisi tersebut membutuhkan kebiasaan menjaga kebersihan gigi setiap hari serta pemeriksaan rutin ke dokter gigi. Apa Itu Gigi Berlubang?Gigi berlubang adalah kerusakan pada gigi yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri mengubah sisa makanan menajdi asam yang kemudian mengikis lapisan gigi hingga terbentuk lubang. Apabila tidak segera ditangani, kerusakan gigi akan terus berkembang dan menjadi semakin dalam. Perjalanan Gigi BerlubangPerjalanan Gigi BerlubangKerusakan gigi berlangsung secara bertahap, yaitu: Gigi sehatKaries EnamelKaries DentinInfeksi PulpaMacam-Macam Lubang GigiMacam-Macam Lubang GigiBerdasarkan tingkat kerusakannya, gigi berlubang dibedakan menjadi: Karies Email : Kerusakan masih pada lapisan emailKaries Dentin : Lubang sudah mencapai dentinKaries Pulpa : Lubang sudah mengenai saraf gigiDampak Negatif Gigi BerlubangGigi berlubang yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan berbagai komplikasi, antara lain: Sakit gigi dan Tidak NyamanAbses (Bengkak)InfeksiApa yang Harus Dilakukan?Jika mengalami tanda-tanda gigi berlubang, jangan menunggu hingga rasa sakit semakin parah. Segera lakukan langkah berikut: Segera Konsultasikan dengan Dokter GigiSegera Lakukan Penambalan dan Perawatan gigi Penanganan sejak dini dapat mencegah kerusakan yang lebih luas dan mempertahankan fungsi gigi. Cara Pencegahan Gigi BerlubangPencegahan gigi berlubang dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana berikut: 1. Menyikat Gigi Minmal 2x sehari :Setelah sarapan pagiSebelum tidur malam2. Konsumsi Buah dan Sayur3. Batasi Konsumsi makanan dan minuman yang manis dan lengket4. Rutin Pemeriksaan Lakukan pemeriksaan ke dokter gigi paling tidak 6 bulan sekaliKaries Gigi/Karang GIgiKarang gigi merupakan Lapisan kerak berwarna kuning hingga kehitaman yang menempel pada gigi dan terasa kasar, yang dapat menyebabkan masalah pada gigi, gusi, serta tulang pendukung gigi.Dampak Negatif Karang GigiKarang gigi tidak hanya mengganggu penampilan, tetapi juga dapat menyebabkan: Bau MulutRadang GusiKerusakan jaringan pendukung gigi (periodontitis) yang dapat menyebabkan gigi menjadi goyangPenyebaran penyakit melalui pembuluh darah Diabtes Melitus, Penyakit jantung, Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR)GINGIVITIS & PERIODONTITISKarang gigi yang tidak dibersihkan dapat menyebabkan gangguan pada jaringan gusi. Gingivitis (Peradangan gusi)Gejala gingivitis meliputi: Gusi Berdarah Bau MulutTerkdang muncul nyeriPeriodontitis (Kerusakan Jaringan Pendukung Gigi)Apabila peradangan berlanjut, dapat berkembang menjadi periodontitis dengan gejala: Gigi goyang hingga lepasNyeri saat menggigitApa yang harus dilakukanApabila terdapat karang gigi, segera lakukan pemeriksaan ke dokter gigi. Dokter akan melakukan tindakan scaling atau pembersihan karang gigi untuk menghilangkan kerak yang menempel pada permukaan gigi. Cara Pencegahan Karang GigiKarang gigi dapat dicegah dengan menerapkan kebiasaan berikut: 1. Menyikat gigi minimal 2x sehariSetelah sarapan pagiSebelum tidur malam2. Berkumur setelah selesai makan dan gunakan dental floss3. Mengunyah menggunakan 2 sisi4. Rutin scaling paling tidak 6 bulan sekaliKesimpulanGigi berlubang dan Karang gigi disebabkan olek plak gigi (Bakteri dan sisa makanan)Jika terdapat tanda-tanda gigi berlubang dan karang gigi, segeraq periksakan ke dokter gigi, jangan menunda karena bisa semakin parahCegah gigi berlubang dan karang gigi dengan caraMenyikat gigi 2x sehari : setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malamMemeriksakan gigi minimal 6 bulan sekali Membersihkan karang gigi (scaling) minimal 6 bulan sekaliPenulis: Taqiy Khairiyah S.Tr.KesDisusun oleh: Promosi Kesehatan Rumah Sakit
