RS Santa Elisabeth Ganjuran

Artikel & Berita

Penghargaan Fasilitas Kesehatan Terbaik dalam Pelayanan Program JKN Tingkat Cabang Tahun 2026 Rumah Sakit Santa Elisabeth
berita
15 September 2026
232 Kali dibaca

Penghargaan Fasilitas Kesehatan Terbaik dalam Pelayanan Program JKN Tingkat Cabang Tahun 2026 Rumah Sakit Santa Elisabeth

Rumah Sakit Santa Elisabeth kembali meraih apresiasi sebagai Fasilitas Kesehatan Terbaik dalam Pelayanan Kesehatan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Tingkat Cabang Tahun 2026 dalam Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan Tahun 2026 “Seva Paramahita Award” yang diselenggarakan pada 15 September 2026.Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi dari BPJS Kesehatan atas komitmen Rumah Sakit Santa Elisabeth dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta Program JKN. Penghargaan diserahkan oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta, Subkhan, S.K.M., M.Kes., AAAK, dan diterima oleh Apt. Debora Sutarmi, S.Farm., mewakili Rumah Sakit Santa Elisabeth.Pencapaian ini menjadi bagian dari upaya Rumah Sakit Santa Elisabeth dalam mendukung pelaksanaan Program JKN melalui penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang bermutu serta berorientasi pada kebutuhan pasien. Hal tersebut didukung oleh kerja sama dan dedikasi seluruh civitas hospitalia dalam menjalankan pelayanan sesuai dengan standar yang ditetapkan.Penghargaan ini sekaligus menjadi motivasi bagi Rumah Sakit Santa Elisabeth untuk terus mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan secara berkelanjutan. Melalui pencapaian tersebut, Rumah Sakit Santa Elisabeth berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang profesional, humanis, bermutu, serta berorientasi pada keselamatan dan kebutuhan pasien.

Rumah Sakit Santa Elisabeth Laksanakan Survei Akreditasi Tahun 2026
berita

Rumah Sakit Santa Elisabeth Ganjuran melaksanakan rangkaian Survei Akreditasi Rumah Sakit pada tanggal 5, 7, dan 8 September 2026 sesuai dengan Standar Kemenkes R.I. 2024 yang dilakukan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.Survey Akreditasi.Survei melibatkan dua surveyor, yaitu Setyo Tri Wibowo, S.Kep., Ns., M.Kep., CHAE, CPCCP dan dr. Nanik Kusumaningrum, M.P.H. Selama rangkaian kegiatan, surveyor melakukan penilaian terhadap berbagai aspek pelayanan dan kesiapan rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang aman, bermutu, dan sesuai standar.Pelaksanaan survei didukung oleh dr. Tandean Arif Wibowo, M.P.H selaku Direksi Rumah Sakit Santa Elisabeth, tenaga kesehatan, karyawan, dan seluruh unit terkait. Kegiatan ini menjadi momentum bagi RS Santa Elisabeth Ganjuran untuk terus belajar, berbenah, dan memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pasien dan masyarakat.Survey AkreditasiTerima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan mengambil bagian dalam rangkaian Survei Akreditasi RS Santa Elisabeth Ganjuran. Semoga setiap proses yang telah dilalui menjadi langkah bersama untuk terus bertumbuh, memberikan pelayanan dengan penuh kepedulian, dan menghadirkan kebaikan bagi setiap pasien dan keluarga yang kami layani.Survey Akreditasi.📷 Intip Momen Kegiatan Lihat keseruan dan momen selama kegiatan berlangsung melalui dokumentasi di Instagram kami: https://www.instagram.com/p/DdI5DWIk5-p/?utm_source=ig_web_copy_link&stkn=MzRlODBiNWFlZA==

Technical Meeting Persiapan Survei Akreditasi Rumah Sakit Santa Elisabeth
berita

RS Santa Elisabeth Ganjuran melaksanakan Technical Meeting (TM) Persiapan Survei Akreditasi bersama Surveyor Akreditasi pada Jumat, 28 Agustus 2026, bertempat di Aula Karya Sosial Permata Hati dan dilaksanakan secara bersama melalui Zoom. Kegiatan ini diikuti oleh Direksi, para struktural, Ketua/Penanggung Jawab Pokja Akreditasi, Panitia Akreditasi, serta Panitia Ad Hoc. Technical Meeting menjadi bagian penting dalam pemantapan persiapan survei, sekaligus menjadi wadah untuk menyamakan pemahaman dan memperkuat koordinasi seluruh pihak yang terlibat. Kegiatan ini juga dihadiri oleh dua surveyor, yaitu Setyo Tri Wibowo, S.Kep., Ns., M.Kep., CHAE, CPCCP dan dr. Nanik Kusumaningrum, M.P.H.Melalui kegiatan ini, RS Santa Elisabeth Ganjuran terus memperkuat kesiapan seluruh tim dalam menghadapi Survei Akreditasi dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk memberikan pelayanan yang bermutu serta berorientasi pada keselamatan pasien.Technical Meeting

Bakti Sosial Rumah Sakit Santa Elisabeth dalam Rangka Perayaan HUT ke-102 Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran
berita

Dalam rangka memperingati HUT ke-102 Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran, RS Santa Elisabeth Ganjuran menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial pada Minggu, 23 Agustus 2026.Kegiatan bakti sosial ini diisi dengan berbagai layanan kesehatan bagi masyarakat, meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan laboratorium berupa gula darah, kolesterol, hemoglobin (Hb), dan asam urat, konsultasi dokter, konsultasi gizi, serta pemberian obat secara gratis.Melalui kegiatan ini, RS Santa Elisabeth Ganjuran turut mengambil bagian dalam memberikan pelayanan dan meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Kegiatan bakti sosial diharapkan dapat memberikan manfaat serta menjadi wujud nyata semangat berbagi dan kepedulian dalam perayaan HUT ke-102 Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran.RS Santa Elisabeth Ganjuran terus berkomitmen untuk hadir memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan bermanfaat bagi masyarakat.Baksosbaksos

BPJS Kesehatan Pusat Kunjungi Rumah Sakit Santa Elisabeth dalam Penilaian Fasilitas Kesehatan Berkomitmen Pelayanan JKN Tahun 2026
berita

Rumah Sakit Santa Elisabeth menerima kunjungan BPJS Kesehatan Kantor Pusat dalam rangka Penilaian Fasilitas Kesehatan Berkomitmen dalam Pelayanan Program JKN Tahun 2026 pada 21 Agustus 2026 oleh Deputi Direksi Bidang Manajemen Mutu dan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan Arief Syaefudin, S.K.M.Kegiatan tersebut didampingi oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta, Subkhan, S.K.M., M.Kes., AAAK, dan disambut hangat oleh Direktur Rumah Sakit Santa Elisabeth, dr. Tandean Arif Wibowo, M.P.H., beserta jajaran manajemen.Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).Kunjungan BPJS PusatKunjungan dan penilaian tersebut menjadi momentum bagi RS Santa Elisabeth Ganjuran untuk terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pelayanan yang bermutu, profesional, mudah diakses, serta berorientasi pada kebutuhan dan kepuasan peserta JKN. Proses penilaian juga menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi dan melihat berbagai aspek pelayanan yang dapat terus dikembangkan.Melalui sinergi antara BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan, diharapkan tercipta pelayanan JKN yang semakin baik dan berkesinambungan. RS Santa Elisabeth Ganjuran berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan memberikan pelayanan terbaik sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang penuh kasih dan berorientasi pada masyarakat.Kunjungan BPJS Pusat.Semoga sinergi yang terjalin semakin kuat dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan memberikan pengalaman pelayanan terbaik bagi seluruh peserta JKN.

Puskesmas Kabupaten Bantul Perkuat Mutu Layanan GILUT Bersama Rumah Sakit Santa Elisabeth
berita

Dalam rangka mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan, telah dilaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Mutu Layanan GILUT bagi Puskesmas di Kabupaten Bantul pada Rabu, 12 Agustus 2026, bertempat di Aula IFK Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul.Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Puskesmas di Kabupaten Bantul sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kualitas pelayanan GILUT. Dalam kegiatan tersebut, drg. Sukma Paramastri, Sp.KG dari RS Santa Elisabeth Ganjuran hadir sebagai narasumber.Melalui kegiatan bimtek ini, diharapkan pelayanan GILUT di Puskesmas dapat terus ditingkatkan sehingga mampu memberikan pelayanan yang berkualitas dan mendukung peningkatan kesehatan masyarakat di Kabupaten Bantul. 📷 Intip Momen Kegiatannya Lihat keseruan dan momen selama kegiatan berlangsung melalui dokumentasi di Instagram kami: https://www.instagram.com/reel/DcsajMyvZCf/?utm_source=ig_web_copy_link&stkn=MzRlODBiNWFlZA==

Pentingnya Surat Kontrol untuk Pasien BPJS Kesehatan
kesehatan

Surat kontrol merupakan bagian penting dalam memastikan perawatan pasien BPJS Kesehatan berjalan teratur dan berkelanjutan. Bagi pasien yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan, memahami fungsi dan ketentuan surat kontrol dapat membantu kelancaran proses pelayanan kesehatan.1. Memberikan Kepastian untuk Rencana Perawatan ke DepanSurat kontrol memberikan kepastian kepada pasien BPJS mengenai rencana perawatan dan pemeriksaan selanjutnya, sehingga pasien dapat mengikuti proses pelayanan sesuai kebutuhan medis.2. Diterbitkan oleh Dokter yang Bertanggung JawabSurat kontrol diterbitkan oleh dokter yang bertanggung jawab memeriksa dan menangani pasien, bukan berdasarkan permintaan pasien. Pemberian surat kontrol disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan medis pasien.3. Diberikan kepada Peserta dengan Kriteria TertentuSurat kontrol diberikan kepada peserta yang memenuhi kriteria, di antaranya:Pasien yang telah selesai menjalani rawat inap dan masih membutuhkan pemantauan rawat jalan. Peserta rawat jalan yang membutuhkan kontrol atau pemeriksaan lanjutan. 4. Berlaku untuk 1 Kali KunjunganSurat kontrol berlaku untuk satu kali kunjungan. Apabila setelah pemeriksaan pasien masih membutuhkan kontrol berikutnya, surat kontrol dapat diberikan kembali oleh dokter sesuai dengan kebutuhan medis pasien.5. Datang Sesuai Tanggal Kontrol yang DitetapkanPasien diharapkan datang sesuai dengan tanggal kontrol yang telah ditentukan. Apabila terdapat kebutuhan untuk mengubah jadwal, pasien dapat menghubungi petugas fasilitas kesehatan untuk mendapatkan informasi dan bantuan terkait perubahan jadwal.6. Pastikan Status Kepesertaan JKN Selalu AktifSebelum mendapatkan pelayanan, peserta diharapkan memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif. Dengan kepesertaan yang aktif, peserta dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Dengan memahami keenam hal tersebut, diharapkan peserta JKN dapat mengikuti proses perawatan dengan lebih tertib dan memastikan pelayanan kesehatan berjalan terencana, berkelanjutan, dan berkualitas. 

Pentingnya ASI Eksklusif Selama 6 Bulan
kesehatan
2 Agustus 2026
81 Kali dibaca

Pentingnya ASI Eksklusif Selama 6 Bulan

Mengapa ASI Eksklusif Selama 6 Bulan?Pemberian ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa makanan atau minuman lain, kecuali vitamin, mineral atau obat-obatan dalam bentuk sirup sejak bayi lahir hingga usia 6 bulan (WHO, 2003). Menyusui memberikan manfaat baik bagi bayi, ibu maupun keluarga. Manfaat ASI bagi Bayi:Memenuhi semua kebutuhan nutrisi bayi. ASI mudah dicerna dan diserap secara efisien karena mengandung protein whey yang mudah diserap dan kasein dalam jumlah sedikit.Meningkatkan daya tahan tubuh bayi. ASI mengandung zat kekebalan yang akan melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi bakteri, virus, parasit, dan jamur.Mengupayakan pertumbuhan yang optimal. Bayi yang mendapat ASI mempunyai kenaikan berat badan yang baik dan mengurangi resiko obesitas. Frekuensi menyusu yang sering (tidak dibatasi) juga dibuktikan bermanfaat karena volume ASI yang dihasilkan lebih banyak sehingga penurunan berat badan bayi hanya sedikit.Meningkatkan ikatan (bonding) dengan ibu. Kontak kulit saat menyusui berpengaruh terhadap perkembangan bayi. Interaksi yang timbul waktu proses menyusui antara ibu dan bayi menimbulkan rasa aman dan nyaman. Perasaan aman sangat penting untuk membangun dasar kepercayaan bayi (basic sense of trust) yaitu dengan mulai mempercayai orang lain (ibu), maka selanjutnya akan timbul rasa percaya pada diri sendiri.Manfaat Menyusui bagi IbuMempercepat proses rahim kembali ke ukuran semula. Sewaktu menyusui, perut ibu terasa sakit yang menandakan terjadinya kontraksi dengan demikian pengecilan rahim terjadi lebih cepat.Mencegah perdarahan pasca persalinan sehingga meminimalkan kejadian anemia pada ibu menyusui. Perangsangan pada payudara ibu oleh isapan bayi akan diteruskan ke otak dan ke kelenjar hipofisis yang akan merangsang terbentuknya hormon oksitosin. Oksitosin membantu rahim berkontraksi, mencegah terjadinya perdarahan pasca persalinan dan mempercepat keluarnya sisa plasenta.Membantu mengatur jarak kehamilan melalui efek hormonal yang menunda menstruasi (KB Alami) melalui Metode Amenorrhea Laktasi (MAL), yang harus dipenuhi dengan 3 syarat: Amenorrhea (tidak menstruasi) setelah 6 minggu pasca persalinan, menyusui secara eksklusif tidak lebih dari 4 jam antara waktu menyusui dan hanya satu kali dalam satu hari tidak lebih dari 6 jam (dalam kurun 24 jam) diantara waktu menyusui, dan usia bayi kurang dari 6 bulan.Memudahkan ibu karena ASI tersedia pada suhu yang tepat untuk bayi.Meningkatkan ikatan (bonding) dengan bayi.Cara Menjaga Produksi dan Kualitas ASIFrekuensi: Sering menyusui bayi secara bergantian dari payudara kiri dan kanan.Pelekatan Benar: Pastikan sebagian besar area gelap sekitar puting (areola) masuk ke dalam mulut bayi.Kondisi Ibu: Menjaga pikiran tetap tenang, cukup istirahat, dan makan makanan bergizi seimbang seperti sayuran hijau serta kacang-kacangan. ASI adalah Investasi KesehatanSetiap tetes ASI adalah investasi terbaik untuk kesehatan dan masa depan bayi. Oleh karena itu, keberhasilan menyusui tidak hanya menjadi tanggung jawab ibu. Dukungan dari keluarga, tenaga kesehatan, tempat kerja, dan masyarakat sangat menentukan keberhasilan pemberian ASI, baik secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan, maupundilanjutkan hingga usia dua tahun atau lebih dengan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang adekuat. ASI bukan hanya makanan, tapi juga investasi kesehatan untuk masa depan anak. Yuk, dukung ibu menyusui! Referensi:Kemenkes RI. 2021. Buku Saku Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) untuk Tenaga Kesehatan.Kemenkes RI. 2021. Pedoman Gizi Seimbang Ibu Hamil dan Ibu Menyusui.Kemenkes RI. 2020. Pedoman Pemberian Makan Bayi dan Anak.WHO. Breastfeeding. https://www.who.int/health-topics/breastfeeding#tab=tab_1WHO. Infant and Young Child Feeding. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/infant-and-young-child-feeding

IX WUJA Congress 2026 Yogyakarta, Rumah Sakit Santa Elisabeth Hadir sebagai Tim Kesehatan
berita

Misa Pembukaan XI World Union of Jesuit Alumni (WUJA) Congress 2026 dilaksanakan pada Rabu, 29 Juli 2026 di Gereja Katolik Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 1.000 delegasi dari 30 negara, yang merupakan alumni sekolah dan universitas Jesuit dari berbagai belahan dunia.XI WUJA Congress 2026 merupakan pertemuan terbesar alumni lembaga pendidikan Jesuit di dunia dan untuk pertama kalinya diselenggarakan di kawasan Asia. Misa Pembukaan dipimpin oleh Rm. Albertus Bagus Laksana, SJ, Provinsial Serikat Yesus Provinsi Indonesia, bersama Rm. Johanes Hariyanto, SJ.Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian kongres sekaligus momentum perjumpaan, persaudaraan, dan refleksi bagi para alumni Jesuit dari berbagai negara.Dalam kegiatan tersebut, RS Santa Elisabeth Ganjuran berperan sebagai tim Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) untuk mendukung kelancaran acara dan memberikan pelayanan kesehatan apabila diperlukan selama kegiatan berlangsung.Partisipasi ini merupakan wujud komitmen RS Santa Elisabeth Ganjuran dalam menghadirkan "Pelayanan Tulus dengan Hati Penuh Kasih", melalui pelayanan kesehatan yang sigap, profesional, dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan seluruh peserta.Disusun oleh: Promosi Kesehatan Rumah Sakit

SebelumnyaHalaman 2 dari 10Selanjutnya