Artikel & Berita
Uji Fungsi Alarm Kebakaran dan Smoke Detector Rumah Sakit Santa Elisabeth
Ganjuran, 27 Juli 2026 – RS Santa Elisabeth Ganjuran melaksanakan Uji Fungsi Alarm Kebakaran dan Smoke Detector sebagai bagian dari upaya memastikan sistem proteksi kebakaran di lingkungan rumah sakit berfungsi dengan baik. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) dengan melibatkan petugas keamanan (satpam) sebagai peserta.Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai fungsi sistem alarm kebakaran dan smoke detector, serta prosedur yang harus dilakukan ketika alarm berbunyi sebagai respons terhadap kondisi darurat. Uji fungsi ini merupakan bentuk komitmen RS Santa Elisabeth Ganjuran dalam menciptakan lingkungan rumah sakit yang aman, tanggap, dan siap menghadapi potensi keadaan darurat, sejalan dengan motto "Pelayanan Tulus dengan Hati Penuh Kasih."Uji Coba Alarm Kebakaran 📷 Intip Momen Kegiatannya Lihat keseruan dan momen selama kegiatan berlangsung melalui dokumentasi di Instagram kami: https://www.instagram.com/reel/DbaCZIovmJo/?utm_source=ig_web_copy_link&stkn=MzRlODBiNWFlZA==Disusun oleh: Promosi Kesehatan Rumah Sakit
Pelatihan Teknik Aseptik Rumah Sakit Santa Elisabeth
Ganjuran, 23–25 Juli 2026 – RS Santa Elisabeth Ganjuran menyelenggarakan Pelatihan Teknik Aseptik pada Pencampuran Sediaan Parenteral yang diikuti oleh para perawat sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan keperawatan.Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat dalam menerapkan teknik aseptik yang benar pada proses pencampuran sediaan parenteral, sehingga dapat meminimalkan risiko kontaminasi serta meningkatkan keselamatan pasien. Kegiatan berlangsung melalui penyampaian materi dan praktik yang dipandu oleh narasumber sesuai bidangnya.Melalui pelatihan ini, RS Santa Elisabeth Ganjuran terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui pengembangan kompetensi sumber daya manusia, sejalan dengan motto "Pelayanan Tulus dengan Hati Penuh Kasih."

Gigi Sehat, Senyum Hebat : jaga Gigimu, Jaga Senyummu Jaga Masa Depanmu!
Menjaga kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Gigi yang sehat tidak hanya membuat senyum terlihat indah, tetapi juga membantu proses mengunyah makanan, berbicara dengan jelas, serta meningkatkan rasa percaya diri. Sebaliknya, gigi berlubang dan karang gigi yang dibiarkan tanpa penanganan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari sakit gigi hingga gangguan pada jaringan penyangga gigi. Ciri-Ciri Gigi Sehat:Gigi dan mulut dikatakan sehat apabila memiliki kondisi sebagai berikut: Gigi tidak berlubang dan tidak goyangGigi tidak sensitif terhadap makanan manis, asam, panas, dan dinginGusi berwarna merah muda dan tidak mudah berdarahTidak bau mulut Menjaga kondisi tersebut membutuhkan kebiasaan menjaga kebersihan gigi setiap hari serta pemeriksaan rutin ke dokter gigi. Apa Itu Gigi Berlubang?Gigi berlubang adalah kerusakan pada gigi yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri mengubah sisa makanan menajdi asam yang kemudian mengikis lapisan gigi hingga terbentuk lubang. Apabila tidak segera ditangani, kerusakan gigi akan terus berkembang dan menjadi semakin dalam. Perjalanan Gigi BerlubangPerjalanan Gigi BerlubangKerusakan gigi berlangsung secara bertahap, yaitu: Gigi sehatKaries EnamelKaries DentinInfeksi PulpaMacam-Macam Lubang GigiMacam-Macam Lubang GigiBerdasarkan tingkat kerusakannya, gigi berlubang dibedakan menjadi: Karies Email : Kerusakan masih pada lapisan emailKaries Dentin : Lubang sudah mencapai dentinKaries Pulpa : Lubang sudah mengenai saraf gigiDampak Negatif Gigi BerlubangGigi berlubang yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan berbagai komplikasi, antara lain: Sakit gigi dan Tidak NyamanAbses (Bengkak)InfeksiApa yang Harus Dilakukan?Jika mengalami tanda-tanda gigi berlubang, jangan menunggu hingga rasa sakit semakin parah. Segera lakukan langkah berikut: Segera Konsultasikan dengan Dokter GigiSegera Lakukan Penambalan dan Perawatan gigi Penanganan sejak dini dapat mencegah kerusakan yang lebih luas dan mempertahankan fungsi gigi. Cara Pencegahan Gigi BerlubangPencegahan gigi berlubang dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana berikut: 1. Menyikat Gigi Minmal 2x sehari :Setelah sarapan pagiSebelum tidur malam2. Konsumsi Buah dan Sayur3. Batasi Konsumsi makanan dan minuman yang manis dan lengket4. Rutin Pemeriksaan Lakukan pemeriksaan ke dokter gigi paling tidak 6 bulan sekaliKaries Gigi/Karang GIgiKarang gigi merupakan Lapisan kerak berwarna kuning hingga kehitaman yang menempel pada gigi dan terasa kasar, yang dapat menyebabkan masalah pada gigi, gusi, serta tulang pendukung gigi.Dampak Negatif Karang GigiKarang gigi tidak hanya mengganggu penampilan, tetapi juga dapat menyebabkan: Bau MulutRadang GusiKerusakan jaringan pendukung gigi (periodontitis) yang dapat menyebabkan gigi menjadi goyangPenyebaran penyakit melalui pembuluh darah Diabtes Melitus, Penyakit jantung, Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR)GINGIVITIS & PERIODONTITISKarang gigi yang tidak dibersihkan dapat menyebabkan gangguan pada jaringan gusi. Gingivitis (Peradangan gusi)Gejala gingivitis meliputi: Gusi Berdarah Bau MulutTerkdang muncul nyeriPeriodontitis (Kerusakan Jaringan Pendukung Gigi)Apabila peradangan berlanjut, dapat berkembang menjadi periodontitis dengan gejala: Gigi goyang hingga lepasNyeri saat menggigitApa yang harus dilakukanApabila terdapat karang gigi, segera lakukan pemeriksaan ke dokter gigi. Dokter akan melakukan tindakan scaling atau pembersihan karang gigi untuk menghilangkan kerak yang menempel pada permukaan gigi. Cara Pencegahan Karang GigiKarang gigi dapat dicegah dengan menerapkan kebiasaan berikut: 1. Menyikat gigi minimal 2x sehariSetelah sarapan pagiSebelum tidur malam2. Berkumur setelah selesai makan dan gunakan dental floss3. Mengunyah menggunakan 2 sisi4. Rutin scaling paling tidak 6 bulan sekaliKesimpulanGigi berlubang dan Karang gigi disebabkan olek plak gigi (Bakteri dan sisa makanan)Jika terdapat tanda-tanda gigi berlubang dan karang gigi, segeraq periksakan ke dokter gigi, jangan menunda karena bisa semakin parahCegah gigi berlubang dan karang gigi dengan caraMenyikat gigi 2x sehari : setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malamMemeriksakan gigi minimal 6 bulan sekali Membersihkan karang gigi (scaling) minimal 6 bulan sekaliPenulis: Taqiy Khairiyah S.Tr.KesDisusun oleh: Promosi Kesehatan Rumah Sakit
Siaga dan Tanggap: Tim P3K Mendukung Kelancaran PORSENI Klasis Yogyakarta Selatan
Bantul, 18–19 Juli 2026 – RS Santa Elisabeth Ganjuran turut berpartisipasi dalam kegiatan PORSENI Klasis Yogyakarta Selatan yang diselenggarakan di Wifa Sport Center and Coffee, Bantul. Pada kegiatan ini, RS Santa Elisabeth Ganjuran berperan sebagai Tim Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) untuk memberikan pelayanan kesehatan dan penanganan awal apabila terjadi keadaan darurat selama pertandingan dan perlombaan berlangsung.Kehadiran Tim P3K merupakan bentuk komitmen RS Santa Elisabeth Ganjuran dalam mendukung kelancaran kegiatan sekaligus memberikan rasa aman bagi seluruh peserta. Melalui pelayanan yang sigap dan profesional, rumah sakit terus mewujudkan motto "Pelayanan Tulus dengan Hati Penuh Kasih" dalam setiap kesempatan melayani masyarakat.

Kelas Bayi RS Santa Elisabeth Ganjuran Dukung Tumbuh Kembang Optimal Sejak Dini
Bantul, 18 Juli 2026 – RS Santa Elisabeth Ganjuran melalui pelayanan kebidanan menyelenggarakan Kelas Bayi pada Sabtu, 18 Juli 2026 sebagai salah satu upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam merawat bayi serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.Kegiatan yang dipandu oleh bidan RS Santa Elisabeth Ganjuran ini diikuti oleh para orang tua yang memiliki bayi. Selama kegiatan, peserta mendapatkan edukasi mengenai perawatan bayi sehari-hari, pemenuhan kebutuhan nutrisi, pemantauan tumbuh kembang, pentingnya imunisasi, serta tanda bahaya pada bayi yang memerlukan penanganan medis. Selain penyampaian materi, peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berkonsultasi langsung dengan bidan mengenai berbagai permasalahan yang sering dihadapi dalam merawat bayi.Kelas bayi berlangsung secara interaktif dengan mengedepankan komunikasi dua arah sehingga peserta dapat memahami materi dengan lebih baik. Melalui sesi tanya jawab, para orang tua memperoleh informasi yang tepat dan dapat langsung mengklarifikasi berbagai hal terkait kesehatan bayinya.Melalui kegiatan ini, diharapkan para orang tua semakin percaya diri dalam memberikan perawatan yang tepat kepada bayi, mampu mengenali tanda bahaya sejak dini, serta menerapkan pola pengasuhan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal. RS Santa Elisabeth Ganjuran berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukasi yang bermanfaat sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak di masyarakat.

Petualangan Tangan Bersih: Cuci Tangan Pakai Sabun, Kunci Hidup Sehat
Tahukah kamu bahwa tangan yang terlihat bersih belum tentu bebas dari kuman? Dalam aktivitas sehari-hari, tangan sering menyentuh berbagai benda yang dapat menjadi tempat berkumpulnya kuman penyebab penyakit. Oleh karena itu, mencuci tangan pakai sabun merupakan kebiasaan sederhana yang sangat penting untuk menjaga kesehatan.Kuman Jahat Mengintai di Mana SajaKuman dapat menempel pada tangan setelah memegang benda, bermain, menggunakan toilet, atau beraktivitas di luar rumah. Jika tangan yang kotor digunakan untuk makan tanpa dicuci terlebih dahulu, kuman dapat masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan berbagai penyakit.Salah satu penyakit yang sering terjadi akibat tangan yang tidak bersih adalah sakit perut. Kuman yang masuk ke saluran pencernaan dapat menyebabkan diare, mual, muntah, hingga membuat anak tidak dapat beraktivitas seperti biasa.Sabun dan Air Mengalir, Senjata Ampuh Melawan KumanMencuci tangan akan lebih efektif jika menggunakan sabun dan air mengalir.Sabun membantu mengangkat kuman, minyak, dan kotoran yang menempel pada kulit tangan.Air mengalir membantu membilas kuman dan kotoran hingga bersih.Kombinasi keduanya terbukti lebih efektif dibandingkan hanya membilas tangan dengan air saja.Kapan Harus Mencuci Tangan?Biasakan mencuci tangan menggunakan sabun pada waktu-waktu berikut:Sebelum dan sesudah makan.Setelah menggunakan toilet.Setelah batuk atau bersin.Setelah merawat orang yang sakit.Setelah memegang atau membuang sampah.Setelah menyentuh hewan atau kotorannya.Dengan membiasakan cuci tangan pada saat-saat tersebut, risiko penyebaran penyakit dapat dikurangi.Enam Langkah Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)Agar tangan benar-benar bersih, lakukan enam langkah berikut:Gosok kedua telapak tangan.Gosok punggung tangan secara bergantian.Gosok sela-sela jari.Bersihkan ujung jari dengan posisi saling mengunci.Putar ibu jari secara bergantian.Gosok ujung jari pada telapak tangan secara bergantian.Lakukan seluruh langkah tersebut selama minimal 40 detik agar kuman dapat dibersihkan secara optimal.Yuk, Biasakan Tangan Bersih!Menjaga kebersihan tangan adalah langkah kecil yang memberikan manfaat besar bagi kesehatan. Dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir pada waktu yang tepat serta mengikuti enam langkah cuci tangan, kita dapat melindungi diri sendiri, keluarga, dan orang-orang di sekitar dari berbagai penyakit.Ingat! Tangan bersih, kuman pergi, tubuh pun tetap sehat.Penulis : Mika Normaria Putri Simarmata, S.K.MDisusun oleh: Promosi Kesehatan Rumah Sakit

Kenakalan Remaja: Masa Muda, Pilihan Kita
Masa remaja merupakan periode penting dalam kehidupan seseorang. Pada fase ini, remaja mulai mencari jati diri, membentuk karakter, serta belajar mengambil keputusan yang akan memengaruhi masa depannya. Di sisi lain, masa remaja juga merupakan masa yang penuh tantangan karena rasa ingin tahu yang tinggi, emosi yang belum stabil, dan pengaruh lingkungan yang kuat. Oleh sebab itu, remaja perlu dibekali pengetahuan agar mampu memilih jalan yang benar dan terhindar dari berbagai bentuk kenakalan remaja.Apa Itu Kenakalan Remaja?Kenakalan remaja adalah segala bentuk perilaku yang melanggar hukum, norma, maupun tata tertib sosial yang dilakukan oleh remaja sehingga dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Perilaku tersebut bukan hanya berdampak pada kehidupan saat ini, tetapi juga dapat menghambat perkembangan potensi dan masa depan remaja.Mengapa Remaja Rentan Melakukan Kenakalan?Ada beberapa faktor yang membuat remaja lebih mudah terjerumus ke dalam perilaku berisiko, di antaranya:Sedang mencari jati diri sehingga masih mudah terpengaruh.Ingin diakui oleh teman sebaya atau kelompok pergaulan.Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap hal-hal baru.Emosi yang belum stabil sehingga sering mengambil keputusan secara impulsif tanpa mempertimbangkan dampaknya.Bentuk-Bentuk Kenakalan RemajaBeberapa perilaku yang sering dikategorikan sebagai kenakalan remaja meliputi:1. Tawuran dan VandalismeTawuran maupun tindakan merusak fasilitas umum tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga merugikan orang lain dan lingkungan. Konflik sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi dan cara-cara yang damai.2. Penyalahgunaan NAPZAPenggunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) dapat merusak kesehatan fisik maupun mental, menyebabkan ketergantungan, serta mengancam masa depan.3. Pergaulan BebasPergaulan yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai masalah, baik secara sosial maupun kesehatan. Memilih lingkungan pertemanan yang positif merupakan langkah penting dalam menjaga masa depan.Dampak Kenakalan RemajaKenakalan remaja dapat memberikan dampak yang luas, antara lain:Bagi Diri SendiriPrestasi belajar menurun.Kesehatan fisik dan mental terganggu.Cita-cita serta masa depan menjadi terancam.Bagi KeluargaMenimbulkan kekecewaan dan kesedihan orang tua.Hubungan keluarga menjadi kurang harmonis.Menambah beban moral maupun ekonomi keluarga.Bagi MasyarakatMengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan.Meningkatkan risiko kekerasan dan kriminalitas.Memberikan pengaruh negatif kepada remaja lainnya.Cara Efektif Mencegah Kenakalan RemajaMencegah kenakalan remaja memerlukan komitmen dari diri sendiri serta dukungan keluarga dan lingkungan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:Memilih teman yang membawa pengaruh positif.Aktif mengikuti kegiatan yang bermanfaat, seperti olahraga, organisasi, atau mengembangkan hobi.Menjalin komunikasi yang terbuka dengan orang tua, guru, maupun orang yang dipercaya.Menggunakan media sosial secara bijak dan tidak mudah mengikuti tren yang berdampak negatif.Berani Menolak Ajakan NegatifSalah satu keterampilan penting yang harus dimiliki remaja adalah kemampuan mengatakan "tidak" terhadap ajakan yang merugikan. Misalnya ketika diajak mencoba rokok, minuman keras, atau zat adiktif lainnya, remaja perlu berani menolak dengan tegas demi menjaga kesehatan dan masa depan. Sikap tegas merupakan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri, bukan tanda tidak setia kawan.Kenakalan Remaja dan Risiko HIV/AIDSBeberapa bentuk kenakalan remaja berisiko tinggi, seperti penyalahgunaan jarum suntik narkoba dan perilaku seksual di luar pernikahan, dapat menjadi jalan masuk penularan HIV. Oleh karena itu, setiap keputusan yang diambil saat remaja perlu dipertimbangkan dengan matang karena dapat berdampak besar terhadap kesehatan di masa depan.KesimpulanMasa remaja adalah masa yang penuh peluang sekaligus tantangan. Keinginan untuk mencoba hal baru merupakan hal yang wajar, namun setiap pilihan akan membawa konsekuensinya masing-masing. Dengan memilih pergaulan yang sehat, berani menolak ajakan negatif, aktif dalam kegiatan positif, serta membangun komunikasi yang baik dengan keluarga, remaja dapat mengembangkan potensi diri secara optimal dan meraih masa depan yang lebih cerah.Ingat, remaja cerdas bukanlah remaja yang mengikuti semua tren, tetapi remaja yang mampu memilih keputusan terbaik demi kesehatan, prestasi, dan masa depan yang gemilang.Penulis : Mika Normaria Putri Simarmata, S.K.MDisusun oleh: Promosi Kesehatan Rumah Sakit

Mengenal HIV dan AIDS: Ketahui Cara Penularan, Pencegahan, dan Pengobatannya
HIV dan AIDS masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering disalahpahami oleh masyarakat. Kurangnya informasi yang benar dapat menimbulkan stigma terhadap orang yang hidup dengan HIV (ODHA). Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenali apa itu HIV, bagaimana penularannya, serta langkah-langkah pencegahannya.Apa Itu HIV?HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuh manusia, terutama sel CD4 yang berfungsi sebagai "komandan" dalam melawan berbagai infeksi dan penyakit. Ketika virus HIV masuk ke dalam tubuh, virus akan menyerang dan merusak sel CD4 secara bertahap sehingga daya tahan tubuh semakin melemah. Apa Itu AIDS?AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan kumpulan gejala penyakit yang muncul ketika sistem kekebalan tubuh sudah mengalami kerusakan berat akibat infeksi HIV. Pada kondisi ini, tubuh menjadi sangat rentan terhadap berbagai infeksi oportunistik, seperti tuberkulosis (TBC), diare kronis, infeksi jamur, dan penyakit kulit. Bagaimana HIV Melemahkan Tubuh?Saat HIV masuk ke dalam tubuh, virus akan menyerang sel CD4 dan memperbanyak diri di dalam sel tersebut. Akibatnya, jumlah sel CD4 terus menurun sehingga kemampuan tubuh untuk melawan bakteri, virus, jamur, maupun penyakit lainnya menjadi semakin lemah. Jika tidak mendapatkan pengobatan, berbagai penyakit dapat dengan mudah menyerang tubuh. Perjalanan Penyakit HIVTanpa pengobatan, infeksi HIV umumnya mengalami beberapa tahapan, yaitu: Periode jendela (window period) sekitar 3–6 bulan. Periode tanpa gejala yang dapat berlangsung sekitar 5–10 tahun. Tahap AIDS yang umumnya berkembang dalam 1–2 tahun apabila tidak mendapatkan terapi. Bagaimana HIV Menular?HIV menular melalui pertukaran cairan tubuh yang mengandung virus, yaitu: Darah. Cairan mani. Cairan vagina. Air susu ibu (ASI). Beberapa cara penularan HIV antara lain: Penggunaan jarum suntik yang tidak steril secara bergantian. Transfusi darah yang mengandung HIV. Hubungan seksual yang tidak aman. Penularan dari ibu yang terinfeksi HIV kepada bayinya selama kehamilan, persalinan, atau menyusui. Bagaimana Mencegah HIV?Pencegahan HIV dapat dilakukan melalui prinsip ABCDE, yaitu:A (Abstinence): Menunda atau tidak melakukan hubungan seksual berisiko. B (Be Faithful): Saling setia dengan satu pasangan. C (Condom): Menggunakan kondom saat diperlukan untuk mencegah penularan. D (Drug): Menghindari penggunaan narkoba, terutama penggunaan jarum suntik bersama. E (Education): Meningkatkan pengetahuan dan edukasi mengenai HIV/AIDS. Selain itu, pencegahan juga dilakukan melalui skrining donor darah, penerapan kewaspadaan universal di fasilitas kesehatan termasuk sterilisasi alat, serta pencegahan penularan dari ibu hamil kepada bayi. Apakah HIV Dapat Disembuhkan?Hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan HIV. Namun, tersedia terapi Antiretroviral (ARV) yang berfungsi menghambat perkembangan virus di dalam tubuh. Dengan menjalani terapi ARV secara teratur, orang dengan HIV dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik dan tetap menjalani aktivitas secara produktif. Bagaimana Mengetahui Seseorang Terinfeksi HIV?Pada tahap awal, seseorang yang terinfeksi HIV sering kali tidak menunjukkan gejala sehingga tidak dapat diketahui hanya dari penampilan fisiknya. Oleh karena itu, cara mengetahui status HIV adalah dengan melakukan tes HIV, terutama bagi mereka yang memiliki perilaku berisiko. Pemeriksaan dilakukan secara sukarela, rahasia, dan dengan mutu yang terjamin. KesimpulanHIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sedangkan AIDS adalah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh telah mengalami kerusakan berat akibat infeksi HIV. Penularan HIV hanya terjadi melalui cairan tubuh tertentu, bukan melalui kontak sosial sehari-hari. Pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup yang sehat, menghindari perilaku berisiko, serta melakukan tes HIV bila diperlukan. Meskipun belum dapat disembuhkan, terapi ARV memungkinkan orang dengan HIV untuk tetap hidup sehat, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang baik. Penulis : dr. Andyta KartikawatiDisusun oleh: Promosi Kesehatan Rumah Sakit
Edukasi Kesehatan SD Kanisius Kanutan Bantul Tentang Kesehatan Gigi dan Cuci Tangan
Bantul, 14 Juli 2026 – RS Santa Elisabeth Ganjuran melalui Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan di SD Kanisius Kanutan Bantul pada Selasa, 14 Juli 2026. Kegiatan ini mengangkat tema "Edukasi Gigi Berlubang dan Karang Gigi serta 6 Langkah Cuci Tangan dengan Sabun" sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa dalam menjaga kesehatan gigi, mulut, dan kebersihan tangan sejak usia dini.Profil 1Kegiatan edukasi menghadirkan dua narasumber, yaitu Taqiy Khairiyah, S.Tr.Kes dan Mika Normaria Putri Simarmata, S.K.M.Pada sesi pertama, Taqiy Khairiyah, S.Tr.Kes menyampaikan materi mengenai gigi berlubang dan karang gigi. Materi yang diberikan meliputi penyebab terjadinya gigi berlubang dan karang gigi, tanda dan dampaknya terhadap kesehatan gigi dan mulut, serta langkah-langkah pencegahan melalui kebiasaan menyikat gigi dengan benar, membatasi konsumsi makanan dan minuman manis, serta melakukan pemeriksaan gigi secara rutin.Profil 2Selanjutnya, Mika Normaria Putri Simarmata, S.K.M menyampaikan materi mengenai 6 Langkah Cuci Tangan dengan Sabun. Siswa diperkenalkan pentingnya mencuci tangan sebagai salah satu cara mencegah penyebaran penyakit, waktu-waktu penting untuk mencuci tangan, serta mempraktikkan enam langkah cuci tangan dengan sabun secara benar sesuai anjuran Kementerian Kesehatan. Kegiatan praktik dilakukan dengan bernyanyi secara bersama-sama agar siswa lebih mudah memahami dan membiasakan perilaku hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari.Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti edukasi dengan antusias. Suasana pembelajaran berlangsung interaktif melalui penyampaian materi yang menarik, demonstrasi, serta praktik langsung, sehingga siswa lebih mudah memahami materi yang diberikan.Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SD Kanisius Kanutan Bantul semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta membiasakan mencuci tangan dengan sabun menggunakan enam langkah yang benar sebagai bagian dari penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kebiasaan baik yang ditanamkan sejak dini diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan meningkatkan derajat kesehatan di lingkungan sekolah maupun keluarga.DokumentasiDokumentasiDokumentasi Kegiatan : https://www.instagram.com/reel/Da4lhHCvjUO/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==Disusun oleh: Promosi Kesehatan Rumah Sakit
