RS Santa Elisabeth Ganjuran

Artikel & Berita

Bugar Bersama Elsa Gelombang 1
berita
14 Januari 2026

Bugar Bersama Elsa Gelombang 1

WhatsApp-Image-2026-01-14-at-09.26.45-1-768x1024.jpeg 182.23 KBWhatsApp-Image-2026-01-14-at-09.26.42-768x1024.jpeg 202.4 KBDalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebugaran jasmani karyawan RS Santa Elisabeth, RS Santa Elisabeth menyelenggarakan kegiatan Bugar Bersama ELSA Gelombang 1 yang diikuti oleh 34 peserta. Kegiatan ini berupa tes kebugaran yang dirancang untuk memantau kondisi fisik peserta secara aman dan terukur.Sebelum kegiatan lari dimulai, seluruh peserta menjalani pemeriksaan kesehatan awal yang meliputi pengukuran antropometri, body fat, pengukuran tekanan darah (tensi), saturasi oksigen, dan denyut nadi. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan peserta berada dalam kondisi yang aman untuk mengikuti aktivitas fisik.Kegiatan lari dimulai dari Aula Permata Hati, kemudian peserta menempuh rute melalui Embung Merdeka, dan berakhir (finish) di RS Santa Elisabeth. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti rute dengan penuh semangat dan tetap memperhatikan kemampuan fisik masing-masing.WhatsApp-Image-2026-01-14-at-09.26.43-768x1024.jpeg 201.11 KBSetelah mencapai garis finish, peserta kembali menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan. Pemeriksaan pasca-lari meliputi pengukuran saturasi oksigen, denyut nadi, serta pencatatan waktu tempuh. Data tersebut digunakan untuk menilai tingkat kebugaran peserta sekaligus sebagai bahan evaluasi kondisi kesehatan jantung dan paru.Melalui kegiatan Bugar Bersama ELSA Gelombang 1, RS Santa Elisabeth berharap dapat mendorong karyawan untuk lebih peduli terhadap kesehatan, khususnya melalui aktivitas fisik yang teratur dan terpantau. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk membangun gaya hidup sehat dan aktif secara berkelanjutan.Penulis : PKRS

Perayaan Natal Direksi dan Karyawan RS Santa Elisabeth Penuh Sukacita dan Kebersamaan
berita

RS Santa Elisabeth menyelenggarakan Perayaan Natal untuk Direksi dan Karyawan pada 6 Januari 2025 yang bertempat di Aula Karya Sosial RS Santa Elisabeth. Perayaan Natal ini berlangsung dengan penuh khidmat, sukacita, dan semangat kebersamaan seluruh keluarga besar rumah sakit. Rangkaian kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi Natal yang dipimpin oleh Rm. Sugihartanto, Pr. Dalam homilinya, Romo mengajak seluruh direksi dan karyawan untuk menghayati makna Natal sebagai momentum memperbarui iman, harapan, serta semangat pelayanan, khususnya dalam melayani pasien dengan kasih, ketulusan, dan profesionalisme.DRP04643-1024x683.jpg 94.27 KBUsai misa, acara dilanjutkan dengan sambutan dari dr.Tandean Arif Wibowo., M.P.H Direktur RS Santa Elisabeth. Dalam sambutannya, pimpinan rumah sakit menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh karyawan atas dedikasi, kerja keras, dan pelayanan yang telah diberikan sepanjang tahun. Diharapkan semangat Natal dapat menjadi sumber kekuatan untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang berlandaskan nilai kasih dan kepedulian. Perayaan Natal semakin semarak dengan berbagai penampilan dari karyawan RS Santa Elisabeth, mulai dari paduan suara, musik, hingga penampilan kreatif lainnya. Setiap penampilan mencerminkan kebersamaan, talenta, serta sukacita Natal yang dirayakan bersama sebagai satu keluarga besar.DRP04703-1024x683.jpg 93.96 KBMelalui Perayaan Natal ini, RS Santa Elisabeth berharap terjalin semakin erat persaudaraan antar karyawan serta tumbuh semangat baru untuk melayani dengan hati. Perayaan ini menjadi momen refleksi sekaligus ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun, serta harapan akan tahun yang baru yang penuh berkat.DRP04654-1024x683.jpg 161.49 KBPenulis : PKRS

Tetap Sehat dan Bugar Selama Libur Natal dan Tahun Baru
kesehatan

Libur Natal dan Tahun Baru adalah waktu yang menyenangkan untuk merayakan kebersamaan dan beristirahat. Namun, di tengah suasana liburan, kesehatan tetap perlu dijaga. Pola makan berlebih, kurang bergerak, dan kelelahan bisa memengaruhi kondisi tubuh jika tidak disikapi dengan baik.Batasi makanan berlebihan.Nikmati hidangan liburan secukupnya. Kurangi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta tetap konsumsi buah dan sayur setiap hari.Tetap bergerak.Meski libur, usahakan tetap aktif dengan jalan santai, bersepeda, atau aktivitas ringan lainnya.Jaga kesehatan mental.Luangkan waktu untuk bersantai dan melakukan hal yang disukai agar pikiran tetap tenang.Cukup istirahat.Hindari begadang berlebihan dan pastikan tidur cukup agar tubuh tetap bugar.Jaga kebersihan diri.Rajin mencuci tangan untuk mencegah penularan penyakit, terutama saat berkumpul dengan banyak orang.Hindari alkohol dan rokok.Keduanya dapat berdampak buruk bagi kesehatan, meski sedang suasana liburan.Perhatikan kesehatan saat bepergian.Minum air yang cukup, makan makanan yang aman, dan siapkan perlengkapan P3K.Utamakan keselamatan.Patuhi aturan keselamatan untuk menghindari kecelakaan selama liburan.Pastikan vaksinasi lengkap.Vaksin membantu melindungi tubuh, terutama saat bepergian.Nikmati liburan dengan seimbang.Liburan adalah waktu untuk bahagia. Nikmati momen bersama keluarga tanpa melupakan kesehatan.Dengan langkah sederhana ini, libur Natal dan Tahun Baru dapat dinikmati dengan tubuh sehat dan pikiran segar. Sambut tahun baru dengan penuh semangat dan kebahagiaan.

Hari AIDS Sedunia
kesehatan
8 Desember 2025

Hari AIDS Sedunia

Setiap tanggal 1 Desember, dunia memperingati Hari AIDS Sedunia atau World AIDS Day. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang HIV/AIDS dan menunjukkan kepedulian global dalam menghadapi penyakit ini.Latar BelakangMenurut WHO, Hari AIDS Sedunia menjadi momen penting untuk mengingatkan masyarakat bahwa HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan dunia. Pada hari ini, berbagai negara kembali memperkuat komitmen dalam pencegahan, pemeriksaan, dan pengobatan HIV.Hari AIDS Sedunia juga menjadi kesempatan untuk:meningkatkan kesadaran masyarakat,mengenang mereka yang telah meninggal karena AIDS,serta merayakan kemajuan layanan kesehatan seperti makin banyaknya akses pengobatan.Apa Itu HIV dan AIDS?HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh.AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah tahap infeksi HIV yang paling berat.HIV menyerang sel darah putih sehingga tubuh menjadi mudah terkena penyakit seperti TB, infeksi berat, atau beberapa jenis kanker.HIV dapat menular melalui:darah,ASI,air mani,cairan vagina,serta dari ibu ke bayi.HIV tidak menular lewat pelukan, bersalaman, atau makan bersama.HIV dapat dicegah dan diobati melalui terapi antiretroviral (ART). Tanpa pengobatan, HIV bisa berkembang menjadi AIDS setelah bertahun-tahun.Tema Hari AIDS Sedunia 2025Tema tahun 2025 adalah:“Overcoming disruption, transforming the AIDS response”(Mengatasi hambatan, memperkuat kembali respon terhadap AIDS)Tema ini mengajak semua negara untuk:memperkuat kepemimpinan,bekerja sama secara internasional,dan menempatkan hak asasi manusia sebagai dasar penanganan HIV/AIDS menuju target eliminasi tahun 2030.Pesan Utama Hari AIDS Sedunia 20251. Prioritaskan dan Permudah LayananMemperluas akses pencegahan, tes, dan pengobatan HIV.Meningkatkan penanganan resistensi obat dan kasus HIV stadium lanjut.Mengintegrasikan layanan HIV ke dalam layanan kesehatan dasar dan berbasis komunitas.2. Atasi KetidakadilanEpidemi HIV sering terjadi karena ketimpangan, terutama pada:anak-anak,remaja putri,perempuan muda,serta kelompok rentan lainnya.Untuk menghentikan infeksi baru, semua orang harus mendapat layanan kesehatan yang adil dan mudah diakses.3. Perluas InovasiWalaupun banyak tantangan, inovasi terus berkembang. Salah satunya adalah suntikan pencegahan HIV yang bisa bertahan hingga enam bulan. Inovasi seperti ini harus dimaksimalkan agar bisa menjangkau masyarakat yang membutuhkan.4. Perkuat Peran MasyarakatKomunitas adalah kunci keberhasilan penanganan HIV. Orang dengan HIV dan kelompok terdampak memiliki pengalaman dan pengetahuan penting. Jika komunitas, tenaga kesehatan, dan pemerintah bekerja bersama, upaya pengendalian HIV akan lebih efektif

Bakti Sosial Pemeriksaan dan Pengobatan di Gereja Maria Rosari Pijenan
berita

Dalam semangat pelayanan kasih dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, RS Santa Elisabeth Ganjuran kembali menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial Pemeriksaan dan Pengobatan bekerja sama dengan Gereja Maria Rosari Pijenan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen rumah sakit dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara cepat, mudah, dan berkualitas.IMG_2868-683x1024.jpg 71.17 KBPelaksanaan KegiatanBakti sosial dilaksanakan di lingkungan Gereja Maria Rosari Pijenan dengan melibatkan tim kesehatan dari RS Santa Elisabeth yang terdiri dari dokter, perawat, PKRS, Ahli Gizi, tenaga farmasi, dan administrasi. Para umat serta warga sekitar mengikuti kegiatan ini dengan antusias sejak pagi hari.Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi:Pemeriksaan kesehatan umumPengecekan tekanan darah, gula darah, asam urat, kolesterol dan HemoglobinKonsultasi dokterPengobatan gratisPemberian edukasi kesehatan dengan topik OateoarthritisKegiatan berlangsung dengan tertib dan hangat. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk berkonsultasi langsung mengenai keluhan yang mereka alami, sekaligus memperoleh obat sesuai kebutuhan medis masing-masing.IMG_2972-1024x683.jpg 119.14 KBTujuan dan ManfaatMelalui kegiatan ini, RS Santa Elisabeth dan Gereja Maria Rosari Pijenan berharap dapat:Meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan.Memudahkan warga dalam mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan dasar.Mendeteksi dini potensi penyakit sehingga dapat ditangani lebih cepat.Mempererat hubungan antara rumah sakit, gereja, dan masyarakat sekitar.Pelayanan kesehatan yang dilakukan secara langsung di tengah komunitas menjadi langkah penting dalam mendukung terciptanya masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.IMG_2775-1024x683.jpg 124.33 KBPenutupRS Santa Elisabeth Ganjuran berkomitmen untuk terus menghadirkan program pelayanan luar rumah sakit yang bermanfaat bagi masyarakat. Kerja sama dengan Gereja Maria Rosari Pijenan menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas lembaga mampu membawa dampak positif yang besar, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.Melalui kegiatan bakti sosial ini, diharapkan masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan serta merasa dekat dengan layanan kesehatan yang diberikan oleh RS Santa Elisabeth. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi pmasyarakat sekitar.Penulis : PKRS

RS Santa Elisabeth Berpartisipasi dalam Jogja International Heritage Walk 2025
berita

IMG_3489-1024x683.jpg 185.2 KBRumah Sakit Santa Elisabeth Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan kesehatan dan pariwisata melalui partisipasi pada Jogja International Heritage Walk (JIHW) ke-14, yang diselenggarakan pada 15–16 November 2025. Kegiatan yang berlangsung di area persawahan dengan latar Gunung Merapi dan hamparan pohon kelapa ini menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat menikmati keindahan alam sekaligus mempromosikan gaya hidup sehat melalui aktivitas berjalan kaki.Sebagai rumah sakit yang turut berkontribusi dalam mendukung kesehatan peserta, tim medis RS Santa Elisabeth hadir memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, termasuk pengecekan tekanan darah, konsultasi kesehatan ringan, serta pertolongan pertama apabila diperlukan. Peserta yang datang dari berbagai daerah, bahkan beberapa dari luar negeri, tampak antusias ketika mengunjungi booth layanan kesehatan untuk memastikan kondisi fisik mereka siap mengikuti rute jalan kaki yang telah disiapkan panitia.Tim medis RS Santa Elisabeth yang bertugas tampak kompak mengenakan seragam merah dan memberikan pelayanan ramah kepada setiap peserta. Selain memberikan layanan kesehatan, RS Santa Elisabeth juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan edukasi kesehatan mengenai pentingnya olahraga teratur, hidrasi yang cukup, dan pengawasan kondisi fisik sebelum melakukan aktivitas olahraga jarak jauh.Dengan adanya kegiatan ini, RS Santa Elisabeth berharap semakin banyak masyarakat yang terinspirasi untuk menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik rutin serta semakin mengenal budaya dan keindahan alam Yogyakarta sebagai warisan dunia.Bayu

PENUTUPAN BULAN ROSARIO DI GEREJA SALIB SUCI GUNUNG SEMPU
berita

KELUARGA BESAR RS SANTA ELISABETH – GEREJA GUNUNG SEMPUSuasana sore di Gunung Sempu pada hari Jumat 31 Oktober 2025 terasa sejuk ketika rombongan keluarga besar RS Santa Elisabeth tiba untuk melaksanakan kegiatan Penutupan Bulan Rosario. Di bawah langit yang mendung namun teduh, para peserta datang dengan penuh sukacita, mengenakan seragam rumah sakit dan pakaian kasual, saling menyapa hangat satu sama lain.Sukacita dalam Kebersamaan di halaman gereja yang rindang, seluruh peserta berkumpul untuk berfoto bersama. Senyum lebar, tawa kecil, dan semangat ziarah yang terpancar jelas mencerminkan kuatnya kebersamaan keluarga besar RS Santa Elisabeth. Di belakang mereka berdiri bangunan Patung Bunda Maria Gunung Sempu, dengan patung Bunda Maria yang meneduhkan-tempat penuh kedamaian yang menjadi saksi syukur bersama di penghujung bulan Rosario.Dalam Kekhusyukan dan Kesederhanaan saat berdoa penutupan bulan rosario. Setelah doa pengantar bersama, kegiatan dilanjutkan dengan mendaraskan Rosario. Manik-manik rosario yang putih bersih dibalut dalam genggaman penuh iman, menjadi simbol ketulusan hati untuk mempersembahkan setiap peristiwa doa kepada Bunda Maria. Di tengah suasana sunyi, hanya terdengar alunan doa yang teratur dan khusyuk, menyatu dengan kesejukan alam Gunung Sempu.Renungan dan KebersamaanKegiatan berlanjut di area teduh yang telah disiapkan. Para peserta duduk berderet rapi di bangku-bangku sederhana, sementara pembawa acara dan pendamping rohani memberikan pengantar serta renungan singkat. Meski berada di ruang terbuka dengan atap sederhana, suasananya justru terasa hangat dan akrab.Beberapa peserta tampak antusias, tersenyum, dan saling bercanda kecil—menandakan bahwa kegiatan rohani ini bukan hanya tempat berdoa, tetapi juga ruang untuk mempererat persaudaraan.IMG_0592-1024x768.jpg 250.16 KBRasa Syukur dan Harapan BaruMenjelang malam, doa penutup dibawakan bersama. Keluarga besar RS Santa Elisabeth menyatukan hati memohon perlindungan dan pendampingan Bunda Maria dalam karya pelayanan mereka sehari-hari di rumah sakit.Perjalanan rohani ke Gunung Sempu ini menjadi momen yang memperkuat iman, mempererat relasi, dan memperbarui semangat setiap peserta. Dengan hati penuh syukur, mereka kembali membawa pulang damai, harapan, dan sukacita untuk terus menghadirkan pelayanan yang penuh kasih sesuai semangat Santa Elisabeth.Rafael Bayu

KUNJUNGAN GENERASI Ke 4 KELUARGA SCHMUTZER di RS SANTA ELISABETH
berita

Pada hari Minggu 19 Oktober 2025, Rumah Sakit Santa Elisabeth Ganjuran menerima kunjungan istimewa dari Bapak Alexander, generasi ke 4/cicit dari Keluarga Schmutzer, seorang tokoh penting dalam sejarah pelayanan dan karya sosial di wilayah Ganjuran. Kunjungan ini menjadi momen penuh makna dan kehangatan, mengingat hubungan historis antara keluarga Schmutzer dengan karya pelayanan Gereja Katolik di daerah ini.Setibanya di Rumah Sakit Santa Elisabeth Ganjuran, Bapak Alexander disambut dengan penuh keramahan oleh para suster dan tenaga kesehatan. Ia berkesempatan mengunjungi ruang perawatan dan nurse station, serta berbincang hangat dengan para perawat dan suster yang dengan bangga menceritakan perkembangan pelayanan kesehatan di rumah sakit ini yang memiliki 250-300 lebih pasien/hari, (sebagai informasi sebelumnya di tahun 1927 adalah sebuah klinik yang di bangun di area garasi tempat tinggal Schmutzer dengan jumlah pasien yang berkunjung 30-40 pasien sehari.) Kunjungan tersebut menggambarkan semangat kasih dan dedikasi yang tetap hidup dalam setiap pelayanan kepada pasien, sebagaimana nilai-nilai yang diwariskan oleh para pendahulu.Kunjungan-CICIT-Semutzer-1-1024x768.jpg 141.6 KBSetelah itu, Bapak Alexander melanjutkan kunjungannya ke Biara Suster Carolus Borromeus Ganjuran. Di sana, ia disambut dengan senyum ramah para suster yang tengah berkegiatan. Dalam suasana kekeluargaan, mereka berbagi cerita tentang sejarah biara, pelayanan kasih terhadap sesama, serta tantangan yang dihadapi dalam karya kesehatan dan sosial di masa kini. Momen kebersamaan tersebut terasa begitu hangat dan penuh sukacita.Kunjungan ini bukan sekadar nostalgia sejarah, melainkan juga menjadi tali penghubung antara masa lalu dan masa kini, mengingatkan bahwa semangat pelayanan tanpa pamrih dan cinta kasih terhadap sesama tetap menjadi dasar utama karya Rumah Sakit Santa Elisabeth dan Biara Suster Carolus Borromeus Ganjuran hingga hari ini.Dengan penuh rasa haru dan syukur, para suster serta seluruh staf mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Alexander yang membawa semangat baru dalam meneruskan warisan pelayanan kasih yang telah ditanamkan oleh Keluarga Schmutzer dan para pendahulunya.Penulis Rafael Bayu

KARIES GIGI
kesehatan
15 September 2025

KARIES GIGI

APA ITU KARIES GIGI ?Karies gigi adalah kondisi ketika lapisan struktur gigi mengalami kerusakan secara bertahap. Karies gigi dan gigi berlubang adalah dua kondisi yang saling berkaitan. Jadi, meskipun sama-sama menyebabkan lubang pada gigi, keduanya merupakan kondisi yang berbeda.Karies merupakan tahap awal kondisi gigi berlubang. Artinya, bila karies gigi dibiarkan saja tanpa perawatan, lama kelamaan kerusakan gigi akan bertambah parah dan menyebabkan gigi berlubang semakin besar.Apa Penyebab Karies Gigi ?Karies gigi terjadi akibat kerusakan gigi, suatu proses yang terjadi seiring berjalannya waktu.Proses terjadinya kerusakan gigi semakin berkembang yaitu :Terbentuknya plakPlak gigi adalah lapisan bening dan lengket yang melapisi gigi .Plak terbentuk ketika banyak konsumsi gula dan makanan berkarbohidrat, dan tidak membersihkan gigi dengan baik setelahnya.Plak yang tertinggal di gigi bisa mengeras di bawah atau di atas garis gusi menjadi karang gigi.uy8_y_Gigi-Berlubang-Karies-Gigi.jpg 27.99 KB2. Serangan plakAsam dalam plak akan menghilangkan mineral di lapisan luar gigi yang keras yaitu enamel (email). Proses erosi ini menyebabkan lubang kecil pada enamel, yaitu tahap pertama dari karies gigi.Setelah area enamel (email) terkikis, bakteri dan asam dapat mencapai lapisan gigi berikutnya, yang disebut dentin. Lapisan ini lebih lembut dari enamel (email) dan kurang tahan terhadap asam.Dentin memiliki tabung kecil yang langsung berhubungan dengan saraf gigi yang menyebabkan sensitivitas.Apa Saja Faktor Risiko Karies Gigi ?Setiap orang sebenarnya berisiko mengalami karies gigi. Namun, beberapa faktor berikut bisa meningkatkan risikonya:Sering konsumsi makanan dan minuman manis, soda, makanan keras. Makanan tersebut bisa menempel di gigi dalam waktu lama dan menyebabkan pembusukan.Tidak membersihkan gigi dengan baik.Kondisi mulut yang kering. Saliva atau air ludah bisa membantu mencegah kerusakan gigi dengan membersihkan makanan dan plak dari gigi. Zat yang terdapat dalam air ludah juga membantu melawan asam yang dihasilkan oleh bakteri.makanan_yang_merusak_gigi_-guesehatcom_1551771897-1024x439.jpeg 35.51 KBApa Gejala dari Karies Gigi ?Tanda dan gejala karies gigi bervariasi, tergantung luas dan lokasinya.Sakit gigi, terasa nyeri spontan atau nyeri yang terjadi tanpa sebab yang jelas.Nyeri ringan hingga tajam saat makan atau minum sesuatu yang manis, panas, atau dingin.Terdapat lubang pada permukaan gigi.Terdapat noda berwarna coklat, hitam, atau putih pada setiap permukaan gigi.Penulis : drg. G. R. Dias Ariadi Reidanto, Sp.KG

SebelumnyaHalaman 2 dari 3Selanjutnya